Minggu, 06 April 2014

Menulis itu Mudah

siapa yang bilang menulis itu sulit? saya ? tidak.. saya paling anti, bilang tidak bisa walau hati menjeriiitt... hehehehe..
Sebulanan yang lalu untuk keperluan publikasi saya menghubungi salah satu profesor dari luar untuk meminta kesediaannya "berada" di manuscript saya. maka, saya emailkan lah Beliau. tak dinyana seminggu kemudian email saya berbalas. saya senang bukan kepalang karena ternyata dia tertarik dengan penelitian saya dan meminta saya mengirimkan manuscript, maka saya kirimkanlah beliau manuscript saya yang memang sebenarnya sudah selesai saya buat dan siap untuk diajukan ke salah satu jurnal internasional, hanya dengan ketidakpercayadirian (ini bener ga ya, nulisnya :p) saya, saya menunda2 submit nya gegara saya pesimis dengan english saya. hadeuuuhh... semasa SMA itu adalah masa berjaya saya dalam pelajaran b. inggris include structure. nilai NEM saya untuk b. Inggris juga OK, 8,84 bagi saya udah hade pisan lah :p .. hihihi.. tapi, bertahun tahun saya tinggalkan itu bahasa. saya tidak punya teman native bahkan komitmen dengan suami untuk mengajarkan b. inggris pada anak juga kadang inget kadang engga :p ... itulah ilmu .. makin tak diasah makin tumpul .. Believe it !!! akhirnya kemampuan b. inggris saya semakin terbelakang.. hiks. konon lagi dalam writing.. oh no.. so miserable manuscript, sampe profesor itu bilang manuscript saya perlu english proofreading, setelah itu baru dia akan kasih profesional comment tambahan dan layaklah itu manuscript kita publish, gitu katanya.. saya panik bukan main, saya seneng... tapi bingung..
Who can help me to solve this?  syukurnya sang profesor baik sekali merujuk saya pada student nya yang sekarang jadi researcher handal di USA. dan di cc kan lah emailnya kala itu. maka, dengan semangat '45 saya langsung mengemailkan manuscript sekallian berkenalan. saya sangat senang karena dibantu, dan tambah kenalan... Saya dan suami berfikir, betapa profesionalnya mereka, ketika seseorang yang tak dikenalnya datang dan hanya karena ketertarikannya dibantulah seseorang tersebut tanpa ada embel2 dibelakang. this is the REAL PROFESSOR. coba bandingkan dengan negara kita, atau lingkungan kecil saya inilah.. berapa orang yang mengaku pakar tapi melimpah karyanya? bisa dihitung dengan jari. tak dipungkiri di negara kita gelar tersebut hanya sebatas menaikkan pendapatan tapi miskin karya. semoga saya tidak termasuk di dalamnya suatu hari. betapa sedihnya saya tidak diperhatikan untuk publikasi, tidak difasilitasi justru diancam tak diberikan ijazah bila tak publikasi. minimal jurnal nasional terindeks scopus.
saya mengalami dianaktirikan yang kentara jelas. tapi, ya sudahlah... semua memang sudah ada jalurnya. saya bersyukur ketika saya hampir putus asa kemudian Allah menjawab semua doa saya.

o ya, hikmahnya .. saya buka lagi buku TOEFL saya, dan saya belajar lagi.. dari listening-structure-writing. moga aja TOEFL saya sampe 600, kalo iya.. maka rencana saya kedepan terealisasi .. AMIN. hehehehe.. 

There is nothing Impossible if you were thougt it must be possible for you !!!!!

CHEERS ... tetap SEMANGAT :)