Kamis, 08 September 2016

Berbahagia dengan diri sendiri

I never have a chance to be me...
I put my real self in my side.. people looking down to me... and I am not very happy with that...

Beginilah kalau ingin menulis di blog untuk diri sendiri ... selalu aja akan ada air mata di pelupuk mata...paling ga tahan karena direndahkan orang... disindir dan dipukul dari samping...
Sebenarnya saya orang paling malas bermuka dua.. saya tidak suka ketika saya tidak suka.. dan saya akan suka kalau saya suka.. no offense..
Sejak SMA saya memutuskan untuk merubah diri dan berubah menjadi seseorang yang saya inginkan.. is it my fake me ? ngga juga sih.. karena saya dan orang yang saya inginkan hampir sama.. tapi, ada kalanya saya ingin diam.. ingin menjadi saya dan sayaaaa ...

Menyalahkan orang untuk apa yang terjadi dengan saya bukan hal yang baik, saya tentu menyadarinya, tapi entahlah kenapa ketika saya berjuang dengan diri sendiri, berfikir positif untuk saya sendiri tentang orang di sekeliling... kebenaran muncul dan memperlihatkan bahwa mereka tidak baik untuk saya ... saya kecewa dengan usaha diri saya... dan saya lakukan sehari-hari adalah melawan diri untuk don't care with other business only me.. I am.. melelahkan.. tentu saja..
Di tengah gemuruhnya ruangan, saya tidak melihat teman yang benar-benar peduli.. just a pity.. you can say it is only your way of thinking.. but, I can't share my difficult time with them.. karena mereka hanya ingin tahu,  tidak membantu. Mereka hanya ingin disapa duluan dan tidak menyapa duluan.. bukankah ketika keseimbangan itu memberikan ikatan dan jalinan kuat sebuah persaudaraan.. they aren't my priority.. why should I do continuesly act like I care, but actually not.
They never face what I face.. They never know my hard time why I should ?

Allah selalu memberikan jalan pada saya kemana pun dan dimana pun saya.. selalu ada banyak teman yang memberikan saya kekuatan, dimana saya bisa bercerita panjang lebar tentang suka dan duka saya, mereka memberikan solusi untuk saya dan kekuatan untuk saya.. mengembalikan kepercayaan diri saya dan kekuatan untuk saya bangkit.. saya punya tante yang luar biasa mengembalikan semangat saya tidak peduli bagaimana semua orang akan merendahkan saya dan tidak memberikan kesempatan saya untuk berkembang.. teman yang mengerti setiap kata dari saya tidak akan pernah menyinggungnya.. atau apa pun yang saya katakan tidak akan disampaikan pada orang lain sehingga menimbulkan permusuhan..
wait, you find a person like that? yes ... 
Saya membenci permusuhan, pengkhianatan..
saya pernah ingat satu hari ketika saya menangis begitu keras karena membenci seseorang dan saya memulihkan diri saya sendiri.. betapa sulitnya bangkit, menemukan teman yang dapat berbagi.. teman yang saya rasa dewasa dan lebih dewasa.. nyata nya tidak.. dan tidak.. Dunia begitu mengkhawatirkan.. pantas saja peringatan Allah dan Nabi-Nya begitu keras untuk dunia..

Dear temans, saya tidak akan mengambil duniamu.. karena duniaku, bukan disini.. disini saya hanya bertahan hidup dengan amunisi yang Allah berikan.. saya tidak pernah memaksa diri saya dan tidak akan memaksa diri saya.. karena pada akhirnya saya tidak ingin ini dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhanku...

Betapa ingin kembali berhijab.. seperti keinginan suamiku.. bercadar dan menutup semua keburukan dunia menyentuh hati dan diriku... 

Minggu, 26 Juni 2016

Bangun Tidur

Any question? should you confused with the tittle, please don't hesitate to contact me... at 0819xxxxxx.... hahahaha

Kenapa kasih judul kayak gitu, karena ya.. saya bangun tidur.. :P ga banget ya... hihihi... nope.. ini penjelasannya..

Ketika bangun tidur, saya sangat bersemangat dan berapi-api dalam bekerja.. berfikir.. kayaknya.. tetiba ide keluar begitu aja.. masya Allah.. pikiran negatif apapun akan dicounter oleh pikiran positif dan logis.. karenanya.. doa saat bangun tidur sangat ampuh memperbaiki mood sekalipun dalam mimpi saya berlari 10 kali keliling stadion... hihihihi..
Hampir rerata tulisan saya yang ga jelas dan amburadul ini ditulis- diketik saat saya bangun tidur. awalnya karena buka sesuatu, kayak berita atau flash back memory yang terkadang muncul begitu saja tanpa kabar berita  (sssaahhh bahasanya :P). hihihi.. ok.. jadi apa yang mau saya share.. perjalanan saya saja ya.. sebenarnya saya menulis di blog ini hanya sebagai penyaluran saya yang cerewet, namun kadang2 saya mood ga mood kalo cerita.. dan harus lihat  orang dengan tipe tertentu saja.. saya tidak akan memilih teman yang saya jadikan tempat cerita, yang menjadikan saya kompetitor ataupun musuh yang menikam saya dari belakang.. dan saya tahu mana teman yang benar2 teman dan mana teman yang mutualisme... eh kalo mutualisme itu mengambil keuntungan masing2 ya.. ooo berarti komensalisme.. ambil untung untuk dia saja.. oo salah lagi.. yang bener parasitisme..  untung di elu.. rugi di gw.. ok.. clear.. wajar lah ya ga masuk ke biologi sih.. wkwkwk

Saat saya bangun tidur kali ini, saya harus "lapor" dulu pada pencipta.. saya tidak ingin melewatkan momen saya berkhalwat dengan Nya.. saya mencintai- Nya.. -you know who I mean-. lalu, saya berfikir apa yang kemarin telah saya lakukan.. dan apa yang akan saya lakukan saat ini.. paling bahagia kalo saya membuka -apakah- email, sms, komunikasi sosial dan apapun yang menghubungkan saya dengan orang lain dan dunia luar (gaib?? :D), dan membaca atau melihat sesuatu yang menggembirakan atau memberi harapan.
Setelah galau seminggu kemarin ketika saya galau ababil ingin menentukan pilihan dari keputusan kemana saya akan melanjutkan kuliah, saya betul2 merangkak setiap hari.. memohon harapan dan kabar baik.. dari lingkungan ataupun dari saya nya sendiri. Kebanyakan lingkungan memberikan masukan yang logis tapi saya mempertimbangkannya.. pilihan saya adalah apakah saya ingin melanjutkan sekolah di dalam atau luar negeri.. saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri apakah saya ego?.. apa yang ingin saya kejar? Dunia..? semua jawaban orang ketika dia tidak mengenal saya pasti lah itu.. ga apa2 .. ga dosa lah orang lain berfikir begitu.. tapi, kalau boleh jujur... BUKAN.

kalau pernah baca blog keluh kesah saya saat menyelesaikan kuliah S2 saya, pasti tahu kalo tujuan saya adalah ilmu... kalau tahu siapa saya dan pernah baca tulisan ketikan saya di blog kemarin banget.. Passion. Saya anti ngerjain sembarangan.. saya anti menyenangkan orang saja.. dan saya anti menaruh semua effort saya hanya untuk riya.. membuktikan "aye biseee"... ga banget.. sok suci dan sok idealis.. You can say that again.. iya mungkin.. kalau ada yang menilai saya seperti itu.. maka kamu belum mengenal saya sama sekali. paling jelas lah.. saya adalah orang yang mengenal saya sendiri. Suami? seharusnya dia mengenal saya.. tapi, saya suka mengabaikan hal itu, hanya karena saya tidak ingin terluka saat saya mengetahui dia ga mengerti saya... menyakitkan loh rasanya.. orang yang setiap hari bersama tapi ga kenal orang itu dengan baik.. mean.. you mean nothing ...

iya, saya galau ababil banget.. karena? selain dua diatas pertimbangannya kalau saya ambil  di "dalam" tetapi juga pertimbangan keluarga kalau saya ambil keputusan untuk melanjutkan sekolah ke luar.. iya.. saya emak empat anak.. dan saya sangat menyayangi mereka dari apapun yang ada di hidup saya di dunia ini.. saya berusaha memperbaiki diri setiap hari, melakukan hal2 positif agar mereka menjadikan kami sebagai orangtua --> panutan.. dan kebiasaan yang kami contohkan dan lakukan sehari-hari bisa jadi bekal untuk hidup mereka mengarungi hidup mereka di dunia.. dan belajar serta tangguh adalah bagian yang harus saya perkenalkan.. saya sangat ciut ketika anak saya yang pertama berkata: "umi kuliah nya dekat abi saja"... tapi lain hari dia akan berkata "iyaa.. pengen ikut umi keluar negeri dan sekolah disana". makanya saya jadi super galau ababil. survei saya lakukan.. walaupun saya bukan ratu survei.. tapi ini adalah dasar saya sebagai peneliti.. evidence based action. hahaha. saya bertanya kesana kesini tentang apa kelebihan saya kalau kuliah diluar membawa anak-anak.. lalu, bagaimana dengan fasilitas kampus di dalam kalau saya melakukan penelitian ini.. dosen2nya gmn? saya browsing nama2 mereka untuk kepo benarkah mereka mumpuni membimbing saya nanti.. karena saya bukan orang jenius atau mengklaim jenius.. saya bisa karena dibimbing dan belajar super duper keras... saya meminta pendapat suami dan lain sebagainya... itu yang saya lakukan untuk menginvestigasi "kuliah didalam negeri".. bagaimana kalau di luar negeri? secara keilmuan saya sudah beberapa bulan ini menjalin "hubungan" dengan salah satu dosen di kampus xxxxxx... dengan research lab sesuai passion saya banget... beliau sangat humble.. dan saya nyaman "berhubungan" dengannya.. saya sudah dapat "chemistry"nya... jadi saya hanya meyakinkan diri.. mengevaluasi diri betul2 mampukah saya?... saya hanya menemukan satu kendala di kemampuan.. dan dengan belajar sdikit demi sedikit di tengah2 kesibukan ngelab -sampai malam.. hihihi.. ga kok.. tapi sampai dapet feel.. :)- saya mendapatkan hasil yang trendnya terus meningkat (halah...).  Biidznillah.. saya pasti bisa... Insya Allah.. Masya Allah.
Tentu saja saya selalu melibatkan-Nya.. Karena Ia lah sutradara kehidupan saya didunia ini.. Alhamdulillah saya ga galau ababil bingung lagi.. so, apa keputusannya? belum tau.. karena saya juga belum ada hasil... saya menjalani apa yang saya rasa benar.. apa yang tidak menggelisahkan hati.. suami?.. saya persiapkan untuk itu... kemungkinan-kemungkinan sudah saya komunikasikan.. dan Alhamdulillah dia men-support saya.. apapun keputusannya.. baik dan buruknya...dari semua sisi kami bicarakan..

Bukan ga galau bukan main ketika saya bertanya pada seorang teman, bagaimana bila begini... bila begitu.. tentu saja tidak seperti yang saya harapkan.. tapi karena ceritanya, saya mengembalikan lagi apa keputusan akhir pada Nya... dan saya meyakinkan diri untuk tidak menyesal atas apapun itu yang jadi keputusan Nya.. saya melepas ego saya tetapi saya berusaha semampu saya.. apapun hasil Nya itu qadarullah yang harus saya terima.. saya belajar sesuatu yang baru lagi... mendewasakan diri, Bijaksana.. dan Ujian hidup ini adalah cara Nya untuk membuat kita sebagai hamba Nya mendekat pada Nya.. dan saya benar-benar menikmati proses ini..

Saya belajar untuk terus menasehati diri dalam bersyukur dan bersabar setiap hari atas semua kegalauan, kesusahan... Percaya atau tidak ternyata proses menikmati itu sangat enak.. seperti makan coklat paling enak didunia... Legit.. dan menikmati setiap gigitan nya dengan penuh perasaan sampai puas menikmatinya...

Semoga ini bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua..

Amiin Allahumma Aminn...



Selasa, 31 Mei 2016

Pelajaran Hidup

Setelah beberapa hari pasca pulang dari Malang menemui suami ada banyak sekali cerita yang ingin dishare.. cerita tentang suami dengan kehidupannya disana sebagai residen dan tentang perjuangan saya sebagai single fighter.
Waktu cerita ke temen, tentang bagaimana selama ini perjuangan saya selama suami menjadi residen.. beliau mengusulkan untuk menulis aja jadi cerita .. hehehe.. I said OK laaa.. elok juga tu.. ( :-D)

Maksud hati ingin berjumpa suami setelah terakhir bulan lalu beliau hanya memiliki 2 hari saja kerumah untuk berjumpa sebentar pasca training di Bali-sedikit mencuri waktu utk bisa pulang dan jumpa sama anak2.. (read: mencuri --> meluangkan waktu sebelum pulang ke rimba rumah sakit.. hihihi)- pertemuannya dengan anak-anak sedikit emotional karena suami sudah hampir enam bulan ga ketemu anak-anak. dia melewatkan beberapa momen saat Shafiyyah mulai jail ke kakak-kakaknya.. Hammam yang pertama kali berceloteh panjang lebar.. Harits yang sudah bisa membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah.. Sarah yang sudah bisa pakai jilbab sendiri ngikutin cara emaknya pakai jilbab.. pokoknya.. banyak hal yang dia lewatkan.. termasuk hal melihat istrinya hampir setiap hari menangis.. hehhehe.. - tapi justru, saya sibuk seharian di kostan suami. padahal saya bela-belain izin hari jumat nya biar bisa ketemu lebih lama.. namun tetap saja bisa bersama-sama saat sabtu sore dan minggu sampai menjelang kepulangan saya ke jakarta.. itu juga ke RS dulu karena beliau kena hukum jaga. waww banget yaaahh..
Bukan perkara mudah menjadi seorang "single fighter" yang harus mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. saya tipe perfeksionis. Saya tidak membiarkan anak-anak tumbuh dengan uang.. saya bukan hanya membesarkan anak-anak.. saya berusaha mendidik anak-anak.. saya ingin mereka keluar dari rumah dengan attitudes selain juga aptitudes ..Bawel banget kayaknya saya kalo sedang berada di rumah (wait a minute: mencoba mengingat saat kapan ya saya  ga bawel ? *thinking hahhaha). Saya ingin anak-anak meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.. saya ingin anak-anak mengikuti jadwal yang sudah saya desain untuk mereka (saya bersama anak-anak, tepatnya), saya ingin mereka belajar seharusnya yang mereka pelajari dan berlaku sopan  (saya trauma banget sama si kawan yang banget ga punya manner- saat saya analisa mungkin saja karena dia tumbuh tanpa ayah). saya tidak ingin porsi abi-nya kosong.. secara fisik mungkin iya... mereka tidak disertai abi-nya.. tapi saya ingin anak-anak tahu bahwa abi-nya tahu selalu tentang mereka, oleh sebab itu, hp sebagai alat komunikasi ga boleh mati. hampir setiap malam abi-nya telfon (koreksi: kebanyakan emaknya :P) atau video call.
Di lain hal, saya juga ingin punya "me time" untuk saya sendiri. mengatur hati, mengatur diri saya sendiri disaat banyak hal harus saya selesaikan dan saya fikirkan.. tentu saja.. itu menguras tenaga dan fikiran. waaawww.. tapi, setiap hari saya berusaha tidak mengeluh.. (walaupun terkadang yaaa.begitulah..), tak hentinya saya berdoa pada Allah semoga saya selalu kuat.. karena ini, Berat sangat berat.. tapi Biidznillah.. semua terasa ringan. karenanya saya takut melewatkan satu momen saya untuk berdoa. Masya Allah..
Namun, saya merasa suami pasti juga merasakan hal yang sama, sangat tersiksa jauh dan melewatkan banyak momen penting anak-anaknya.. karena dia sangat sayang dan dekat dengan anak-anaknya.. belum lagi jadwal jaga dan hal lain yang dia harus bertahan untuk menghadapi semuanya.. saya saksi hidup deh melihat bagaimana susahnya jadi residen. bagaimana ga fairnya jaga malam.. tapi ya begitulah kehidupan residen di Indonesia. Memang mereka belajar, tapi di sisi lain mereka bekerja.. and absolutely, for free.. indeed.. bahkan we pay for it. sounds ridiculous. begitulah kenyataan. dan itu terjadi pada semua keresidenan di seluruh FK di Indonesia. we are not talking about money.. tapi, kemanusiaan.. tentang bagaimana mereka harus menghadapi setiap hari orang sakit a.k.a pasien yang membawa virus, bakteri atau apalah yang mereka berpotensi menularkan pada orang lain.. sementara, residen ini kurang istirahat, kurang tidur... kurang semuanya.. khawatirnya imun turun karena mesti jaga dalam 1 minggu berturut-turut.. kurang tidur, kurang istirahat.. menumpuk kerjaan.. orang mana sih yang kerja maksimal? OMG..
Waktu keresidenan ini juga bukan sebentar.. paling kurang 5 tahun untuk bisa meyelesaikan Spesialisnya. itu jelas bukan waktu yang sebentar... Saya angkat jempol untuk suami dan semua residen di Indonesia.. Semangaaaattt !!!!!.

Saya juga sebel banget deh, kalau ada temen yang saya ceritain ini, lalu ujung-ujungnya bilang.. " ya ga pa-pa.. kan nanti kalau udah selesai banyak dapat uangnyaa" Subhanallah.. pengen nggetok kepala orang deh kl kyk gitu.. helllooowww.. ya kali saya ini money oriented.. kenapa ya semua orang berorientasi banget sama 'hasil'.. bukannya 'proses' . hihhh.. sebel banget deh.. memang dia kira kita sekolah semata-mata karena uang.. hhmm wait.. Ok.. saya tahu.. orang kl kyk gt fikirannya.. jangan-jangan mereka yang money oriented.. kerja tujuannya uang.. makanya.. sekedarnya aja kerja.. pagi yang penting absen tepat waktu, pulang juga tepat waktu.. nulis jarang mesti dicambuk dulu baru kerja.. kali yaaaa.. Ashtaghfirullah feniiiiii...  well, I can tell you: saya dan suami ga banget kayak gt.. bukan tipenya.. bukan sok suci.. tapi dulu kita punya pendapat yang sama tentang bekerja.. "bekerja adalah ibadah" makane ga ngoyok waktu interview kerja dulu.. apa adanya.. ga muluk2 kayak orang lain yang butuh kerjaan karena uang kali ya.. belum2 menghasilkan tapi dah banyak tuntutannya.. baru dibebani satu capaian aja.. komplen .. Masya Allah.. kita berdua (saya dan suami) bukan tipe orang macam tu.. suami kuliah karena dia tahu punya potensi yang harus dikembangkan.. alih-alih menolong orang banyak dari skill yang dia miliki. he loves to help people, and so do I. I love in doing something with passion. ga akan banget saya lakuin.. kalau saya ga taruh effort disitu.. jangan tanya tentang ikhlas.. definitely, konteks ikhlas menurut saya.. I'll do it.. and put a lot of effort in it, so I can get maximal result.. so, jangan pernah tanya saya.. ikhlas? -deuuuhhh.. pengen nggetok orang-
makanya, doa kami itu bukan minta untuk tujuan.. tapi berdoa .. minta dimudahkan jika itu adalah takdir kami. That's it.. I am moslem.. percaya qada dan qadr.. kalau memang kami sudah berusaha maksimal namun ga bisa.. Finish.. it's not our path.. Allah yang tahu segalanya kan tentang kita.. tentang hati-hati kita.. dari sebelum bumi diciptakan-Nya.. (ngutip isi kajian kemaren :P)

Jadi, teman-temanku yang diberkahi Allah.. berhentilah nyinyir.. dan hargai lah semua proses yang dijalani seseorang.. support them.. bukan justru bikin orang pengen nggetok kepala situ.. hehehe.. (*words for me too).. 

ah, udah malem.. mau nulis paper juga, malah buka blog.. abisan banyak kalimat yang membuncah (suit.. suit.. bahasanee) ingin ditulis sih.. 

Allahumagh firlii.. 

*konten ini ga bermaksud nyindir hanya menjadikan sampel dari keseharian yang nyata apa adanya.. Maafkan kalo ada yang merasa.. hehehe


Kamis, 05 Mei 2016

5 perkara Obat Hati..

Perenungan di malam hari, menemukan bahwa diri ini semakin kotor. Penuh Dosa..,
Alhamdulillah masih diberi air mata untuk menangis sebagai tanda hati yang hidup. Ya Rabb... tergelincir hati ini, Maafkan aku..

Lupa untuk mengingat 5 Perkara...

Ingin rasanya menghabiskan seharian untuk ibadahku.. demi hatiku.. tidak ingin tidur dari 1/3 malam hingga Shubuh.. ingin menangis.. mengadu pada Mu yang pasti Maha Mendengar.. Maafkan aku...

Bersyukur tiada henti karena Engkau selalu mengingatkanku dengan segala cara.. Ya Allah.. Ya Rabb.. Nikmat mana lagi yang harus kudustakan.. Tidak ada sama sekali.. karena Nikmat Mu sungguh besar kurasakan.. Kemana pun aku melangkah, kau pertemukan aku dengan seseorang yang membawa ku kembali ke jalan Mu yang Haq.. Bagaimana pun aku jatuh, Kau biarkan aku jatuh dalam pelukan-Mu dalam ingatan masa muda ku bersama teman-temanku yang semoga selalu Kau rahmati... Maafkan aku..

Kau  kirimkan anak-anak ini.. pengisi kekosongan ku.. penyejuk mata ku.. maka tak pantas aku selalu berkeluh kesah.. Maafkan aku..

Tak pantas membiarkan diriku hanyut untuk ambisi duniaku.. seolah aku lupa tujuan awal ku untuk hidup dan menjalani semua yang telah kau bentangkan untukku.. Tak pernah kumeminta lebih.. tapi Kau selalu memberiku lebih.. Kau menguji ku, agar aku kuat.. dan Kau ingin aku paham arti hidup ini.. bahwa hidupku adalah Milik-Mu.. Hanya untuk-Mu apa yang kulakukan.. Maafkan aku..

Permudahkan urusan ku Ya Allah.. mudahkanlah aku untuk tersenyum untuk semua yang menyakiti, melukaiku.. hapuskan dendamku.. amarahku.. karena aku merasa aku adalah  milik- Mu.. Ya Rabb.. Takdir yang kau tulis.. bahwa akan ada Fulan dan Fulanah yang menyukaiku ... yang membenciku..
Hapuskan sebersit niatku untuk mengenakan pakaian-Mu .. karena Kesombongan adalah Milik-Mu, bukan milik ku.. jangan biarkan aku merendahkan derajat ku sebagai muslimah yang Kau pilih dengan membalas kejahatan yang mereka lakukan.. Kau lah yang Maha Pembalas.. bukan aku... Maafkan Aku..

Ya Rabb.. genggamlah aku.. ampuni aku.. khusnul khatimahkan lah aku.. Jadikan aku manusia yang bermanfaat bagi orang lain..

Tuntunlah suamiku untuk amanah.. dalam cinta dan keluarga.. jadikan anak-anak kami penyejuk mata kami..

Ya Allah permudahkan lah semua anggota badan kami untuk mengingat Mu selalu... untuk menjauhi semua larangan Mu, melakukan semua perintah Mu.. Ya Rabb.. Ya Rabb.. Allahul Musta'an...


Senin, 22 Februari 2016

Share ilmu

beberapa hari ini super mellow.. agak susah fokus didukung juga beberapa WI yang ga mudeng ngomong apa.. tapi essence nya dapat sih karena setiap mata kuliah mesti deh ada tugas.. walaupun ga mudeng di awal, alhasil saat akhir pasti mudeng. hihihihi (read: fokus berat)
beberapa ilmu baru didapat dari diklat ini dari hal sepele seperti "kerajinan" wajib nulis Log book sampe ke penerbitan KTI dan mempresentasikan nya... mau ujung dunia pergi juga, tetep deh ketemu orang "medan" dengan kekhasan nya. pas sabtu kemarin di kuliah terakhir berasa di ruang kuliah USU Tekim dulu.. hehehe
terima kasih deh sama bapak itu, bisa ngingetin lagi bagaimana teknik presentasi. eh, kesan kita saat ngajuin proposal akan berkesan dan menarik orang untuk menyentuh ICP (Idea Concept Paper) loh.. yaaahh, setidaknya disentuh, masih ada kepo an nya tuh orang pegang2.. hihihi
ternyata ga susah2 amat bikin ICP itu loh, yang repot baca literaturnya. wkwkwk.
dari diklat jadi tahu deh kalo jadi peneliti itu mesti pake hati.. sementara selama ini cuma tahu pake tangan aja untuk kerja dilab.. hihihihi..
let me arrange one quote, siapa tau jadi hits.. seenggaknya diKaskus (Ngarep.com) :
"Bekerjalah engkau dengan hati, berjalan dengan perasaan dan mata yang menuntun mu"
syukur deh kalo calonnya orang metro.. hehhe
baiklah dah ngantuk.. nanti share ilmu (2) nya yaa..

Ganbatte...


Sabtu, 13 Februari 2016

Road to 10,000 hours

semua mata kuliah di diklat memang sangat diarahkan pada kemampuan peneliti untuk pada penelitian (ya iyalahhhh doong namanya juga Diklat Jabatan Fungsional Peneliti: hihihihihi)
sangat terbantu banget memahami semua item yang biasanya ada di setiap proposal, mulai dari judul, menentukan tujuan dan sasaran sampe teknik menulis KTI nya.. banyak hal2 baru yang didapat. Fyi, saya ini otodidak person, you can say mandiri banget laah.. waktu dulu si Bapak Met Pen menjelaskan tentang penelitian dan hanya sekilas saja ttg KTI, saya sibuk banget cari tahu bagaimana menulis KTI dan apakah itu.Finally, di seminar dan prosiding pertama setelah baca dan ngulik sana sini, berhasil lah dibuat KTI yang menurut saya low Quality.. hihihihi
tapi, namanya juga belajar, kalo langsung high quality ga usah belajar dong booo...
sampai diasuh sama si bapak Hungarian itu, saya jadi paham setiap itemnya dr  KTI, lalu terasah lah sejak ada di tempat kerja sekarang ini, tambah lagi dari diklat ini. Merasa hidup sudah SEMPURNA (baca:hidup utk KTI :P)

menulis untuk saya adalah suatu tantangan, bagaimana saya bisa menuangkan apa yang sudah saya lakukan (penelitian) dlm bentuk rangkaian kata-kata yang mudah dicerna orang (makanann kaleee .. :D ) dan tersampaikan maksud yang ingin saya sampaikan. Bukan hanya menulis tapi dalam beberapa hal seperti berkomunikasi, berdiskusi.. aslinya, saya itu grogian banget alias ga pe de.. dan sejak saya sadar potensi saya, bahwa saya bisa.. saya menantang diri saya yang terkadang di Rem otomatis oleh diri saya.
Contohnya aja sebagai langkah awal utk mengumpulkan keberanian, aktif di kelas (aslinya kalo dlm hati itu deg-degan asal dah ngomong), berani maju di depan untuk presentasi yang kadang-kadang mulut saya terasa terkunci, otak jd kebas kayak ga turun tu info... hadeuh itu mah nasib banget kl kadang2 nervous itu ambil alih kesadaran... nah itu lah makanya semua perlu 10,000 hours.. sayangnya kan, ga semua orang mengetahui maksud apa yang saya lakukan.. mungkin beberapa orang akan menganggap saya Show off (oh Dear, you are totally wrong !!!), atau misalnya alay ( This word means cruel to me). Saya hanya berusaha MENANTANG diri saya untuk BERANI bukan satu pun alasan dr yang ada di otak semua orang.. I asked a question because I need an answer for something that I can't found for long term thought.. just neglected that it was included in scoring point.. no really intention for it.. Makanya saat kmrn saya diskusi sama teman, saya clear kan.. ini adalah belajar..

ada boundaries yang terkadang menghalangi saya untuk menantang diri saya untuk belajar atau berani.. this might be what he means of "essensi" .. saya paham betul aturan nya.. saya seorang muslimah yang jilbab menjuntai dan saya masih berusaha mengindahkan aturan2 sebagai muslimah.. saya hanya mencoba sebagai muslimah yang taat pada aturanNya dlm alquran dlm konteks pakaian.. tapi, apa hubungannya jilbab yang menjuntai dengan keaktifan saya? jangan salahkan jilbabnya.. kalo saya sangat aktif itu karena saya ... yang seperti ini.. seharusnya esensi itu yang justru dipahami orang.. you don't have any idea, who and how I am... Semangat saya dan ceria saya adalah saya.. my character.. dan ga ada sama sekali hubungannya dengan semua tanggapan negatif..

Road to 10,000 hours untuk menulis dan berani berbicara depan umum yang didahului dari pembelajaran dan pengetahuan dari semua MK di kelas adalah jalan yang harus saya lalui dan saya lalui dengan cara saya.. semua orang memiliki caranya sendiri kan... maka, berhentilah mematahkan semangat orang hanya karena fikiran negatif ...

hhhmm..dah dipanggil temen untuk sarapan.. lain kali mau nulis yang positif mind.. dan share info bermanfaat..
Cukup lah 2 post yang spam di blog ini..
hehehehe




Kamis, 11 Februari 2016

Struggle to my crown

Telah satu minggu menjalani diklat fungsional penelitian, dan sangat menikmati setiap jam pelajaran.. banyak belajar, banyak tahu, dan jadi banyak berlatih untuk menulis.. penyakit klasik, ketika kita sangat menikmati proses belajar ini, dengan aktif dan ceria selalu saja ada bentuk manusia yang "licik" yang jago membuat orang patah arang.. hehehe... mending lah kalo itu sesama perempuan yang terkenal punya sensi tingkat tinggi, atau mulut yang ga dijaga.. lah ini, laki2 yang sok cool dan ga banget ber attitude bisanya hanya menjatuhkan semangat.. I don't really like him for the first I take my time to him.. forget him.. let's consider him as the beast bug .. hihihi (evil laughing :p) ... 
energi terkuras habis karena semangat yang masya Allah.. pengen jadi peneliti yang baik, pengen punya paper yang baik, bisa mengajukan penelitian dengan mempresentasikan proposal yang kece badayyy.. dannn ga kena monev "ibu-ibu cantik" ... hihihihi.. but, honestly .. dah tahu triknya ngadepin ibu2 unik yang kece badai. diem aja.. dijamin beliau happy.. feel win.. jadi champion.. yah emak2 typical banget lah.. 11-12 sama eikehh cyiin.. hhihihi (mulai error...)

sedihnya, anak-anak dirumah sama si bibi aja.. mikirin aja udah buat lalu lintas otak macet, efeknya ga fokus kalo dikelas.. kayak td pagi.. ga banget deh ngejawab asal, eh , ga sih.. ga asal.. tapi ga tau lah kenapa kata-kata itu macet turun dari otak ke mulut.. jadilah menjawab hanya ringkas dan sepenggal. syukurlah bbrp waktu kemudian bisa panas lagi mesinnya, jadi sudah bisa mengikuti pelajaran dengan baik. belajar dari kesalahan.. prepare.. jadi langkah membaca modul yang dikasi panitia mesti dikonsumsi rutin ampe enek-enek.. (tar digosipin hamil lagi deh... wkwkkwwk :D)
sehingga, telfon menjadi media sangat komunikatif untuk mempertahankan eksistensi ke-emak-emak-an dirikuuuu.. 
kemarin lusa pulang diklat masuk kamar, dan sangat merasa sedih.. karena kangen berat sama anak dan suami.. nangis sampe kebawa dalam mimpi.. yah ambil aja hikmah nya laahh
ada kalanya ingin telfon suami.. kenapa ga cari sekolah yang rendah saja?

one big question was suddenly rising.. kenapa si abi... beginilah begitulahh..
tapi ketika berfikir ilmu suami iu dipake semua dan itu adalah kesepakatan berdua. Prioritas menyenangkan hati sendiri adalah terdepan.. jelas saja.. ga mudah 3 hari itu.. tapi kemudian sudah meyakini apa yang kita lakukan seluruhnya adalah kehendak Nya.. semua  sudah diatur. dan Lega sekali ..
net working juga dipertimbangkan loh.. 

wah mata dah 1 watt.. besok insya Allah mulai lagi tulisannya ya.. Assalammualaikum,.. 

(semoga diampunin Allah kalau saya menzalimi seseorang.. )

minta dikunjungi gitu yah,,,.. hehehhe
see you all.. 

Sabtu, 30 Januari 2016

Renungan dan cita-cita

Beberapa hari ini, seringkali menangis karena melihat isi kajian dari video-video yang dipublish dari facebook, you tube atau membaca blog seorang ikhwah salaf..
Dunia adalah tempat ketika kita hanya bersinggah sebentar, yang tiada lamanya, tiada yang abadi, dan tempat kita mengumpulkan segala amalan.
Selalu berhasil membuat saya menangis, dan merenung, apa yang ingin dibuat hingga amalan banyak dan bisa berada di tempat terbaik yang Allah janjikan.. berkaca pada diri sendiri tentang saya hari ini, amalan saya hari ini, dan semua yang ingin saya raih. sangat merindukan seorang teman yang luar biasa seperti dulu, pakaian layak seperti dulu, keberanian seperti dulu, dan keqanaahan seperti dulu.. beberapa teman yang pernah mengenal saya saat saya menjalani perkuliahan di strata-satu terkadang bertanya: "kenapa tak lagi..., feni?" dan saya sangat ingin menangis dengan jawaban yang keluar dari mulut ini.. tak dapat sedikit pun diambil faedahnya.. semua hanya orientasi dunia, setidaknya itu yang saya koreksi..
ketika saya dan suami berada dalam kegundahan dan kegelisahan yang sama, kami membuat sebuah mimpi besar.. atau lebih tepatnya rencana.. kami ingin memberikan segalanya yang terbaik untuk anak-anak kami... pendidikan mereka, kehidupan mereka, dan lingkungan mereka.. kami melangkah sejauh ini dan itu semua untuk kebaikan mereka semua.. setidaknya itulah yang kami  natkan, tidak ada sedikit pun orientasi dunia. berkaca pada keadaan sebelumnya ketika kami hidup dan berjuang sendiri untuk kemapanan, tapi kami jauh dari lingkungan tempat kami berada seelumnya.. maka apa yang saya dan suami lakukan arahnya sebenarnya adalah keadaan kami sebelumnya..
Dulu ketika masih kuliah tak pernah sedikitpun berniat menanggalkan... , cita-cita sederhana adalah menjadi seorang ibu yang baik, istri yang baik, dan pergi ke suatu tempat menimba ilmu dien untuk mempersiapkan anak-anak berakhlak dan berilmu..
ketika beberapa teman di tempat taklim memutuskan berhenti kuliah, menikah dan pergi ke yaman untuk pergi mencari ilmu dien, bermulazamah dengan Syaikh salaf.. hanya iri yang tersisa dari diri ini.. iri karena saya dan suami belum cukup berani intuk itu.. tapi setidaknya kami mengangankan itu semua.. saya dan suami mengarahkan perjalanan kami untuk kesana..
Saudi adalah negara impian kami.. ingin membawa anak-anak pergi kesana dan menetap disana agar mereka bisa menjadi seorang muslim yang baik, pewaris para ulama, hafidzh-hafidzah... maka panjangkah anganku?
semoga tidak.. karenanya selalu malu ketika suatu saat saya terlalu "menduni"... malu pada Allah karena Nikmat-Nya selalu bertubi-tubi dan terkadang saya dan suami lupa, khilaf..
ya ALLAH maha pembolak-balik hati ... permudahkanlah urusan kami.. jadikanlah anak-anak kami sebagai hamba pilihan Mu sebagai salah satu penjaga Dien Mu...
Tetapkanlah hati kami sebagai orang tua dan muslim untuk semua rencana kami...

Terima kasih ya Allah karena selalu mengirmkan orang-orang terbaik Mu untuk menasihatiku, mengingatkanku, dan mempermudah jalanku untuk tidak jatuh dlm dasar iman...

dan, karena ini, semua masalah dunia terasa sangat kecil.. tidak ada yang perlu dicemburui, tidak ada yang perlu disesali... Dunia... Fana...

#sadarmausepertiapa#