Beberapa hari ini, seringkali menangis karena melihat isi kajian dari video-video yang dipublish dari facebook, you tube atau membaca blog seorang ikhwah salaf..
Dunia adalah tempat ketika kita hanya bersinggah sebentar, yang tiada lamanya, tiada yang abadi, dan tempat kita mengumpulkan segala amalan.
Selalu berhasil membuat saya menangis, dan merenung, apa yang ingin dibuat hingga amalan banyak dan bisa berada di tempat terbaik yang Allah janjikan.. berkaca pada diri sendiri tentang saya hari ini, amalan saya hari ini, dan semua yang ingin saya raih. sangat merindukan seorang teman yang luar biasa seperti dulu, pakaian layak seperti dulu, keberanian seperti dulu, dan keqanaahan seperti dulu.. beberapa teman yang pernah mengenal saya saat saya menjalani perkuliahan di strata-satu terkadang bertanya: "kenapa tak lagi..., feni?" dan saya sangat ingin menangis dengan jawaban yang keluar dari mulut ini.. tak dapat sedikit pun diambil faedahnya.. semua hanya orientasi dunia, setidaknya itu yang saya koreksi..
ketika saya dan suami berada dalam kegundahan dan kegelisahan yang sama, kami membuat sebuah mimpi besar.. atau lebih tepatnya rencana.. kami ingin memberikan segalanya yang terbaik untuk anak-anak kami... pendidikan mereka, kehidupan mereka, dan lingkungan mereka.. kami melangkah sejauh ini dan itu semua untuk kebaikan mereka semua.. setidaknya itulah yang kami natkan, tidak ada sedikit pun orientasi dunia. berkaca pada keadaan sebelumnya ketika kami hidup dan berjuang sendiri untuk kemapanan, tapi kami jauh dari lingkungan tempat kami berada seelumnya.. maka apa yang saya dan suami lakukan arahnya sebenarnya adalah keadaan kami sebelumnya..
Dulu ketika masih kuliah tak pernah sedikitpun berniat menanggalkan... , cita-cita sederhana adalah menjadi seorang ibu yang baik, istri yang baik, dan pergi ke suatu tempat menimba ilmu dien untuk mempersiapkan anak-anak berakhlak dan berilmu..
ketika beberapa teman di tempat taklim memutuskan berhenti kuliah, menikah dan pergi ke yaman untuk pergi mencari ilmu dien, bermulazamah dengan Syaikh salaf.. hanya iri yang tersisa dari diri ini.. iri karena saya dan suami belum cukup berani intuk itu.. tapi setidaknya kami mengangankan itu semua.. saya dan suami mengarahkan perjalanan kami untuk kesana..
Saudi adalah negara impian kami.. ingin membawa anak-anak pergi kesana dan menetap disana agar mereka bisa menjadi seorang muslim yang baik, pewaris para ulama, hafidzh-hafidzah... maka panjangkah anganku?
semoga tidak.. karenanya selalu malu ketika suatu saat saya terlalu "menduni"... malu pada Allah karena Nikmat-Nya selalu bertubi-tubi dan terkadang saya dan suami lupa, khilaf..
ya ALLAH maha pembolak-balik hati ... permudahkanlah urusan kami.. jadikanlah anak-anak kami sebagai hamba pilihan Mu sebagai salah satu penjaga Dien Mu...
Tetapkanlah hati kami sebagai orang tua dan muslim untuk semua rencana kami...
Terima kasih ya Allah karena selalu mengirmkan orang-orang terbaik Mu untuk menasihatiku, mengingatkanku, dan mempermudah jalanku untuk tidak jatuh dlm dasar iman...
dan, karena ini, semua masalah dunia terasa sangat kecil.. tidak ada yang perlu dicemburui, tidak ada yang perlu disesali... Dunia... Fana...
#sadarmausepertiapa#