Sabtu, 09 November 2024

CINTA 💔

Bath-England, 9th November 2024

Mulai detik ini, pengen rutin nulis di blog dan post paling ngga seminggu sekali. Ternyata banyak isi kepala yang pengen aku tuangkan dalam bentuk tulisan. banyak hal yang terjadi, pengalaman, dari sedih penuh air mata sampai secara otomatis berubah menjadi senyuman yang kemudian mengundang gelak tawa, paling ngga menertawakan diri sendiri. 

amiinnn... moga istiqamah... 

okay, jadi apakah topik cerita hari ini... 

C      I       N     T    A     ðŸ’” 

kenapa dengan CINTA? 

Inspirasi nya adalah karena besok adalah 10 November ... tanggal dan bulan paling bersejarah dalam hidup seorang Feni Amriani. 10 November 2005

kembali kebelakang pada tanggal itu... saya hanya seorang gadis berumur 21 tahun. Pagi itu, saya dijemput teman-teman dari rumah om untuk ke KUA Darul Imarah. teman-teman saya yang lain yang membantu saya membawakan 20 kotak kue untuk dibawa kesana. Saya masih ingat betul, om azwar lah yang memberikan uang Rp 200,000 untuk membelikan kue kotak untuk bbrp teman yang turut datang ke KUA untuk menyaksikan seorang laki-laki yang akan mengucapkan akad di depan wali hakim. Om dan bbrp keluarga akan menyusul dan menjemput saya setelah selesai akad nikah. 

sungguh pernikahan yang sangat sederhana. 

Manusia laki-laki itu bernama Rizky Julana. dia datang sendiri dan mengambil waktu di sela-sela waktu co-ass nya di Rumah Sakit. 

Ibu yun, istri Om Azwar sedikit menangis malam sebelum hari itu.. dia berkata... sedih ngelihat feni, karena harus begitu cara nya menikah. sangat sederhana. padahal feni anak Jakarta, masih gadis, pintar, cantik...  tapi, saya berkata: "ibu, feni ga pernah bahkan berharap ada laki-laki yang mau dan berani menikahi feni. feni sudah pasrah.. dan mungkin memang harus begini..." padahal di dalam hati saya menangis dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menitikkan air mata. Pada keluarga di Aceh, saya menghias gambaran calon suami itu... saya katakan pada mereka, salut karena dia menabung dan bisa membelikan mahr... padahal didalam hati... saya mengingkari semua perkataan yang keluar dari mulut... sebenarnya adalah.. untuk membeli Mahr, saya memberikan uang yang seharusnya saya pergunakan untuk membeli seperangkat komputer. Lalu dia menggunakannya untuk mencari cincin saat dia dan temannya berkesempatan ke Medan untuk membeli buku dari uang hasil sumbangan tsunami untuk yayasan yang dia dan temannya inisiator yayasan itu... Al-Kahfi. Begitupun untuk seperangkat alat shalat, Mahr lainnya... saya yang membelikan dengan sisa uang --yang seharusnya untuk pembelian komputer itu--, di pasar aceh, lalu saya berikan padanya dan dia yang berpura-pura memberikan pada ibunya dan mengatakan bahwa itu semua dibeli dari tabungannya... 

Ketika saya tiba di KUA, saya melihat sekeliling.. semua yang menikah hanya orang-orang tua atau orang-orang dari kampung, tapi setidaknya mereka, mempelai perempuannya, berhias... sedangkan saya hanya mengenakan abaya hari-hari yang baru saya cuci beberapa hari sebelumnya tanpa juga berhias. Saat jam nya, saya dan calon suami dipanggil, lalu saya melihat ibu mertua dan tantenya yang sedang hamil besar datang dan masuk dalam ruangan. seperangkat alat shalat dan cincin emas putih itu dipegangnya.. dan saya menyalami mereka saat saya bertemu mereka... entah apa dalam fikiran saya... campur aduk.. bagaimana dia ya.. sepertinya dia tidak terlalu bahagia dan bangga karena anaknya menikahi saya... tapi... apakah dia tahu apa yang sudah dilakukan anaknya? ... apakah saya akan menjadi menantu yang baik dan akan diterima dengan baik... saya salut dan kagum pada nya sebagai ibu... figur seorang ibu yang bertanggung jawab, tidak seperti ibu saya yang saat itu... saya bahkan tidak tahu dimana dia berada.. meninggalkan adik-adik saya dalam pelariannya dan hutang-hutang ... bahkan membuat adik saya terusir dari rumah kontrakan di cilegon... at least, pada saat itu, laki-laki itu bercerita bagaimana dia begitu bangga pada ibunya... dan saya pun yang mendengar itu turut bangga... karena saya tidak pernah merasa bangga pada figur ibu yang melahirkan saya... sebaliknya... saya harus berjuang sekuat tenaga mencari jati diri dan berusaha dalam sendiri... 

merintih terkadang dalam tangisan... tapi saya selalu belajar untuk pasrah... bahwa memang beginilah jalan hidup saya... saya tidak pernah tidak bersyukur apa pun kesulitan saat itu.. justru saya menerima laki-laki itu karena saya ingin memiliki keluarga baru.. membangun keluarga baru yang sesuai dengan idealnya keluarga yang saya impikan... dalam balutan dan didikan agama bukan hanya sekedar pengesanan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. tapi sebenar-benarnya keluarga yang baik dan menghasilkan generasi-generasi terbaik. 

saya ingin diterima di keluarganya dan dianggap anak, mendapatkan kasih sayang tulus dari seorang ibu yang saya tidak pernah merasakan dari perempuan yang melahirkan saya... 

okeeee... kembali lagi ke hari itu... akad kemudian berjalan lancar, tidak sampai 5 menit saya sudah menjadi istri orang. saya bahagia pada hari itu... entah bagaimana saya mengungkapkannya.. semua teman-teman dan keluarga saya pun menitikkan air mata, entah bahagia, haru, atau kasihan... 

Perasaan-perasaan itulah yang selalu hadir ketika tanggal 10 November datang setiap tahunnya... bagaimana pun badai menghantam.. saya selalu berusaha menghitung tanggal itu datang.. dan datang... dan berusaha sekuat tenaga untuk bisa setiap tahunnya menemui tanggal itu dan merasakan perasaan-perasaan itu.. bahagia, haru, rasa iba dari semua teman dan keluarga... bangga karena saya mampu membuat ibunya bangga bahwa anak laki-lakinya terkesan "mampu" menikahi seorang gadis dengan mahr yang diusahakannya sendiri ... dsb... 

tidak pun dalam fikiran.. saya akan diberikan mahr yang sebenarnya di setiap tanggal itu datang dan memang itu tidak pernah terjadi. dia mungkin sudah cukup merasa bangga dan cukup dengan bualan ke semua orang usaha dan kegigihaannya yang semu untuk menikahi gadis seperti saya. atau mungkin di fikirannya.. memang saya hanya seharga itu, karenanya dia tidak pernah punya inisiatif ketika tanggal ini datang di setiap tahunnya... 


However... saya tidak apa2... semua terselimuti dengan "haram merayakan anniversary!"... 

tapi... ketika untuk perempuan lain.. dia mungkin bisa menawarkan seisi dunia... entah apa yang sudah perempuan lain itu berikan padanya... 


ahhh... sudahlah... saya saja yang bodoh.. mencintai sendiri dan sakit sendiri karena berfikir saya dicintai.. 

Setiap kali ada lelaki yang ingin menikahi saya.. saya selalu bilang.. bisakah kamu menikahi di tanggal 10 Nov? karena saya sangat ingin melupakan apa yang terjadi dengan segala perasaannya dan menimpa dengan perasaan baru sehingga sakit saya terkikis... 

Saya pernah mencintai nyaaa.. dan sejujurnya mungkin hanya hitungan bulan.. selebihnya cinta dengan logika dan harapan.. jadi kalau dia bilang dia mencintai saya hanya di tahun pertama... saya hanya di bulan pertama... karena hal-hal yang saya temui setelahnya... adalah seperti menikah dengan manusia lain... berbeda dengan apa yang dikesankan selama ini. tapi, saya tidak pernah mengedepankan perasaan itu... karena? saya sudah hamil. saya akan jadi ibu... dia adalah bapak dari anak itu... 

jika dia berfikir selingkuh karena dia merasa saya tidak sempurna... saya seharusnya yang lebih dahulu teriak dan kabur sedari awal sebelum dia mengucapkan akad itu atas semua ketidaksempurnaannya... hanya saja... saya tidak memilih fokus pada perasaan dan kekecewaan itu... kenapa? karena saya ingin menerapkan agama dalam pernikahan saya... 


pada akhirnya saya tahu... bahwa dia tidak pernah menggenggam agama itu sepenuh hati ... sehingga saya terlalu muak ketika agama diumbarnya hanya untuk mendapatkan simpati manusia... 

yes.. I fail to love and in love 💔 💔 💔 💔 💔 


Selamat tinggal 10 November. cepatlah berlalu ! saya ingin sembuh dari semua luka.


-Feni-


Minggu, 03 November 2024

Paaaaa..... I am: Feni Amriani, PhD

 Cardiff, 03 Oktober 2024


Hellow marshmallow.... 

fiuuuuhhhhhhh >tiup debuuuuuuu....

berdebu, dah lama banget ga nulis di blog ini. saksi hidup perjalanan hidupku dari 2012. Awal blog ini dibuat karena terinspirasi sang sahabat, yang aktif jadi blogger sekaligus influencer dokter spesialis anak. 

Kami bersekolah di SMP Mardi Yuana, Santo Yusuf, SindangLaya, Puncak. memang ajaran bu Tri Siwi, guru bahasa Indonesia, saat kami kelas 2 SMP adalah menulis ... termasuk menulis diary, buku harian. Maka, kami memulai menulis cerita harian kami... setidaknya disana saya memulai... ga tahu sang sahabat... tapi yg jelas, saya memulai menulis di buku harian merah yang sang sahabat berikan sebagai hadiah ulang tahun... saya dan sahabat adalah siswi SMP termuda diangkatan... saya 6 Februari 1984, dan dia 14 Februari 1984. Kami sangat menjadi dekat karena kami lah yang termuda di kelas... pintar pula... Du ileeeee.... dia selalu ranking satu dan saya selalu menjadi kesayangan Pak Kun Sunarko, guru Matematika saat itu. tahu darimana? ... dari Alm Pak Kun ... Pak Kun selalu membercandai kalau saya ke ruang guru... dia bilang... ini ni... si feni kunyiiilll tapi pinter... kenapa? karena ga pernah dapet jelek kalau pelajaran matematika terusaaaannnn.... pak Kun juga selalu punya cara membuat Matematika menyenangkan.  Maka dulu, guru favorit saya adalah Pak Kun Sunarko... udah Almarhum sependengaran dari temen SMP .. 😭😭😭😭.... Pak... semoga Allah memberikan tempat terbaik ya paaakkkkk... iya... meski yayasan SMP adalah santo yusuf adalah yayasan katolik... tapi rasio guru beragama islam dan katolik 1:1 means... toleransi beragama di sekolah kami juga baiiikkk sekali... Jadi, sangat heran kenapa di beberapa kota di Indonesia... perbedaan itu menjadi sebuah masalah...  

Anyway, Papa adalah guru Matematika, Fisika dan Kimia di STM di Jatibening, setidaknya sampai saya berumur 5 tahun, sebelum kami pindah ke kebon Nanas... papa masih mengajar dan saya selalu diajak papa ke tempat ngajar dan murid-murid papa suka cari perhatian dengan suka jajanin sayaaaa apa ajaaaaa... papa selalu bawa saya naik vespanya... I still remember that paaaaa... feni ingat semua 😭😭😭. 

papa yang mengajarkan untuk jangan cepet puas. ga pernah papa bilang.. hebat.. pencapaian terakhir yg feni ingat adalah waktu papa ambil rapot feni di SMA kelas 1. feni ranking 3 dan perempuan satu2nya yg dapet 10 besar. papa cuma bilang... itu yg laki2 punya panca indera dan semua yg kamu punyaa... kalau mereka bisa dapet ranking 1 dan 2... kenapa kamu ga bisa? 

tapi anehnya ga kena mental yaaa.. kayak anak-anak gen Z sekarang... bisa juga karena nada bicara papa yang ga ada unsur bully atau under estimate saya... 

jadi... saya merasa aneh.. sekaligus peka dengan laki-laki yang punya intonasi sama seorang perempuan antara menasehati atau merasa superior!. ahhhh... terlalu banyak yang papa ajarkan tentang hidup ini... 

saya selalu mencoba mengajarkan apa hal-hal baik yang papa ajarkan dan saya selalu juga share pada pasangan dulu dan anak-anak saya apa hal-hal buruk yang pernah terjadi pada hidup saya... papa mengajarkan banyak hal.. pa.. semoga semua hal-hal baik yang masih feni lakukan akan jadi amal jariah untuk papa... dan... feni akan selalu berusaha menjaga diri feni biar Allah mengampuni semua doa papa dan menjaga papa dari panas api neraka..... T______T *usapairmata

....anyway, busway... saya harus berterimakasih sama diri saya sendiri dan papa yang sudah bersusah payah menjadikan karakter ini... pada akhirnya dengan segala kesulitan dan badai dalam hidup... saya berhasil menyelesaikan PhD saya... I am proud telling this really... Alhamdulillah... yeaaayyy

I am trying hard too... to break the bad chain yang diturunkan dari garis mama... maaf.. tapi ini true... suka bohong, irreliable dan memanfaatkan situasi dan orang-orang (termasuk anaknya sendiri) untuk kepentingan/benefit nya sendiri... adalah hal yang sangat saya benci... baru saja saya revealed... bahkan tante yang sangat saya banggakan sedari kecil, dengan tega dan terniat membohongi saya bertahun-tahun dan untuk kepentingannya sendiri... dia mengucapkan hal yang tidak patut hanya untuk memperbaiki citra dirinya didepan suaminya, dengan fitnahan keji... dan hal-hal yang saya sangat terkejut itu keluar dari tante... saya sangat kecewa... saya fikir dia bisa menjadi ibu yang mengayomi tapi nyatanya dia tidak jauh beda... untuk menutupi busuknya yang saya spill ke om karena saya peduli dia akan tertipu dan kena scam ulah sepupu biadab saya yang mengakibatkan adik kandung saya meninggal... justru dianggap sebagai ancaman oleh nya... baik... saya tidak pernah merasa rugi untuk meninggalkan manusia-manusia berkarakter buruk... saya bisa menjauh sekalipun kita sedarah... karena... saya membenci hal itu... saya membenci saya akan diframe sama seperti kelakuan mereka... 


saya bangga dengan kerasnya sifat saya hanya untuk mempertahankan apa yang saya nilai benar dalam kacamata sosial dan agama.. saya tidak sempurna, jelas saya pun pendosa... tapi saya selalu berusaha tidak menyakiti banyak orang... saya tahu menjadi manusia seperti ini adalah hal yang sulit... saya sendiri... saya sendiri yang membatasi pertemanan saya... karena apa? karena saya muak dan tidak pintar berpura-pura dan lelah dengan melihat manusia-manusia dalam keluarga yang berpura-pura manis dan baik tapi dibelakang kerjaannya jelek-jelekin ... oh biadabnya... jelek banget kelakuan... 

kalau ga suka ya pergi... jangan karena kesepian terus jadi kayak pura-pura tapi didepan kayak manis... ya Allah... apa sih hidup kayak gitu... 

apa sih susahnya hidup baik-baik saja... bersih untuk orang lain dan jujur sama diri sendiri...??? 

entahlah... 

semoga Allah mengampuni setiap langkah yang saya jalani... dan semoga Allah memberkahi semua rencana-rencana hidup saya... 

ah... masih ada hal yang saya ingin lakukan sebelum saya meninggal... umur saya sekarang 40, dan hanya hitungan bbrp bulan saya akan 41... saya tahu.. saya masih punya sakit hati akibat manifest perasaan yang saya miliki terhadap manusia yang adalah juga bapak dari anak-anak saya... dia tidak ubahnya seperti manusia yang saya benci... bagaimana pun saya berusaha menjelaskan apa yang saya takuti, itulah yang dia lakukan untuk menghancurkan hati dan hidup saya... dia lupa... saya memperjuangkan semua separuh hidup saya deminya... dan demi anak-anak... tapi yang dia lakukan adalah memframe saya sebegitu buruknya setelah sekian lama aibnya saya tutupi... dan sampai hari ini menikmati kesakitan mental saya dan anak-anak yang terpisah karena jarak... saya menghabiskan banyak tenaga, pikiran dan materi... hanya untuk ingin membersamai anak-anak di tempat yang menjadi pilihan hidup saya... 

Rizky Julana... mari kita berhadapan didepan Allah suatu hari nanti... dan semoga setiap butir airmata saya yang jatuh akan menjadi penghisap amalan kebaikan mu... saya tahu... Allah lah yang maha adil atas semua ini... kebohonganmu.... kelakuan mu yang menghalalkan segala cara untuk menceraikan saya dengan cara yang tidak seharusnya dan mempersulit saya dan anak-anak bersama... dan mendzalimi hak saya dan anak-anak bahagia... 

anak-anak umi... sabar ya sayang... kalian harus tahu... bahwa air mata umi ga pernah berhenti hanya sekedar menyebut nama kalian dan mengingat semua kenangan kita saat kita bersama... dan melewati semua hal dan kesusahan hidup... yang abi tidak bersama kita.. sayang... 


sabar yaaa... sabar yaaaa... ini juga adalah my self-whispering, nak... 


---Feni Ummu Harits---

Selasa, 07 Mei 2024

Welcoming New Life and Status in UK

 Greenwich, 6th May 2024

My literally new life has begun officially once I received the divorced letter. 

Dengan segala kebohongan dan entah berapa dia bayar pengacara untuk menjual kredibilitasnya untuk bisa memvalidasi perceraian adalah hal yang saya sadari betapa mengerikannya UANG bisa bekerja di dunia ini. 

Permainan kotor dengan segala cara yang disaksikan oleh ibu dan adik nya adalah hal mengerikan lainnya yang saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri. ditambah dengan ujaran perkataannya "sudah syukur saya tidak jahat dengan mengajukan gugatan hak asuh anak". 

Seorang dr.Rizky Julana, SpOT telah jauh meninggalkan dignity seorang rizky julana biasa yang saya kenal. Akhirnya dia menampakkan air muka aslinya dan tentu saja sangat sakit saya menyadari itu semua. seseorang yang bertahun-tahun saya elu-elukan, berbagi selimut, saya junjung, hormati sebagai suami dan bapak dari anak-anak saya ternyata bisa berlaku seperti itu. saya yang tetap bertahan sekalipun banyak kejutan2 yang dia buat dan memberi sejuta maaf tapi pada akhirnya dia lah yang memberikan luka terdalam, luka psikis dan batin yang entah sampai kapan saya harus berjuang untuk memulihkannya. Belum lagi trauma-trauma membekas yang membuat saya bergidik, anxious, panic attack ketika saya berhadapan dengan manusia-manusia yang alim, ummu/abu..., cadar, dan hal-hal lainnya. Sampai saya pernah berada di satu titik untuk menutup diri dari lingkungan itu, membenci dan mengutuknya atas kedzaliman yang mereka bersembunyi dibalik hal-hal keagamaan yang ditampakkan, hanya untuk apa? PENCITRAAN... shalih dan shalihah versi mereka. Entah Allah mana yang mereka sembah dan amalan nabi mana yang mereka jadikan hujjah... hanya karena saya tidak sempurna lalu dijadikan hujjah untuk mencari kesempurnaan paripurna versinya? 

Hai Bung! Anda bahkan jauh dari kata cukup.. konon lagi sempurna!

tapi.... hidup harus terus berjalan bukan? obat demi obat... konseling demi konseling, emergency demi emergency panic attack entah bagaimana saya menghitungnya ketika tak terbilang lagi. Belum lagi, rasa rendah diri, kepercayaan yang dirampas dan air mata yang mungkin saat ini bisa dijadikan danau air mata feni amriani. 

Eh tapi... Feni Ummu Harits adalah wanita yang kuat, InsyaAllah. Allah saya yang terus menguatkan dan memberikan kekuatan yang entah darimana dan menghadirkan banyak orang baik, kesempatan baik dan kemudahan-kemudahan... sekalipun saya masih harus menghadapi arogansi egoisme lelaki itu dan beberapa manusia dengan kualitas rendah.

Di tulisan ini saya hanya ingin memuntahkan kekesalan saya atas langkah jahat lelaki itu. 

Salah satu langkah jahatnya adalah menunda membayar hutang pinjaman bank. Pinjaman bank yang dulu kami ajukan untuk membantu kelancaran kehidupannya dan keluarga kami saat dia menempuh pendidikan spesialisnya. sebenarnya banyak pengorbanan yang tidak bisa diukur dengan uang yang dia tidak mengalami apa yang saya alami bersama anak-anak. Saya harus mengiba dan mencoba menyadarkan dia melalui anak-anak, jelas itu sesuatu yang mengganggu saya. kekikirannya dan caranya membuat saya tidak pernah bisa mencari cara untuk keluar dari rasa benci kepadanya. Apa sih yang kamu alami sampai kamu harus berbuat begitu pada saya? seandainya ada timbangan, lebih beratkah uang yang dikeluarkannya dengan jerih, payah, keringat, air mata, beban dan pengorbanan yang selama ini saya pikul? 

Saya berusaha menyelami kekikiran manusia itu, tapi tidak pernah menemukan alasan yang patut, justru sebaliknya hanya rasa sakit dan tangisan karena saya kok harus dipertemukan manusia jenis itu. 

Untungnya ada banyak manusia jenis lain yang mampu membuat saya menghela nafas dan maju dengan apapun yang sudah diberikan pada saya saat ini. SYUKUR. karena hanya itu yang memberikan saya kekuatan ketika tangisan terisak itu datang hanya sekedar untuk melepaskan kesakitan yang dihujamnya. 

Saya masih beriman. Allah bersama saya dan anak-anak. saya yakin itu sampai nafas terakhir saya. 


Wallahul Musta'an

💖 Feni 💖

Minggu, 17 September 2023

Lesson Life Learned 2023

 Forest Side, 17 September 2023

Almost end of year 2023, ga terasa hampir 3 tahun hidup tanpa "suami" yang tidak ada role nya kecuali urusan finansial. Luka demi luka yang selalu kuberusaha untuk mengobatinya, konseling demi konseling dan obat dari hari ke hari hanya untuk membuat pikiran ini kembali normal. 

Kalau difikir, kadang aku bertanya kenapa aku sampai ada di titik ini, karena kealfaan seorang laki-laki, imam yang masih menginginkan pernikahan tapi hanya memberikan luka batin besar yang melarikan diri dan tidak bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Melupakan dan menolak untuk mengakomodasi kemarahan dan kekecewaan atas pengorbanan selama ini. Justru hanya memaksakan kehendak. Aku membuka sebesar-besarnya kesempatannya untuk tesadar tapi tak sebegitu kuat keinginannya memperbaiki dengan kembali pada komitmen awal yang dulu disepakati. 

Perselingkuhan- demi perselingkuhan, kebohongan demi kebohongan, puncaknya saat seorang wanita masuk dan menginvasi saya dan tanpa membela saya, wanita yang bertahun-tahun mengawalnya dan berjuang demi keluarga. Sedih sekali tapi, apalah mampuku untuk mengembalikan dirinya yang dulu... aku tidak cukup cantik baginya, hatiku tidak cukup dipandang baik baginya. pada akhirnya, aku bahkan masih menunggu itikadnya sampai detik terakhir hingga pengajuan cerai itu terwujud. Hal yang terbayang adalah anak-anak... tapi, aku ternyata sudah berada di titik lelah untuk berjuang demi kebahagiaan orang lain dan mengabaikan perasaan dan abai dalam memberikan diri ruang untuk marah dan mengembalikan segenap kepercayaan diri. 

Yang selalu diangkat olehnya adalah dua tahun terakhir ini, dimana hati telah terpaut pada seorang laki-laki dan pernah mengisi kekosongan hati. egonya jauh lebih besar dan dianggap tidak berbanding atas apa yang dia lakukan padaku selama bertahun-tahun bahkan membiarkan seorang perempuan masuk dan melempar kotoran ke mukalu, istrinya, ibu dari anak-anaknya. 

tak pernahkah terfikir olehnya bahwa laki-laki itu hadir dan masuk akibat segala perbuatannya yang menciptakan ruang kosong yang sangat besar dihatiku? hilang arah dan tujuan bahkan kehilangan diri sendiri. 

tak pernahkah terfikir bahwa saya hampir menguburkan diri ini, ingin menenggelamkan segala kesedihan selama ini karena terlalu lelahnya saya berusaha.... 

dengan segala upayaku, yang tetap ditempuhnya hanya memaksakan ego dan tetap ingkar pada ajakanku untuk kembali membangun kekuatan dan kebersamaan diatas pilar-pilar yang telah rapuh. dia tahu bahwa itu sulit, tapi pernahkah terfikir bahwa aku masih ingin berjuang dan keluar dari zona kenyamanan ego masing-masing? Saya masih punya mimpi-mimpi itu yang hadir di setiap malam, kegigihan saya menguatkan diri saya membesarkan anak-anak sendiri dan menguatkan hati bahwa akan ada taman indah untuk dinikmati bersama-sama... menemani anak-anak, bersenda gurau dan cinta di masing-masing hati sampai ajal menjemput dan menghabiskan waktu tua bersama. 

Semua kini hanya abu...dan debu 


welcome new life 


Feni


Sabtu, 16 September 2023

Forest side, 16 September 2023

Setelah sekian lama, akhirnya I'm back from hibernate. Setelah didiagnosa PTSD Di awal tahun 2020, sekarang saya harus menerima kenyataan pada akhirnya didiagnosa ADHD. Penyelesaian tesis pun akhirnya tertunda karena itu semua. Saya pun baru menyadari krn seolah saya tdk mengenal diri saya sendiri. Saya sangat anti takut, cenderung jauh lebih berani mengambil resiko. Saya pun sangat stres karena diri saya sendiri. Saya harus berjuang sendiri. Saya kehilangan fokus dan beberapa memori dimana saya harus berupaya sendiri untuk mengobati ini semua… beberapa kali saya memutuskan untuk mengakhiri diri, mulai dari menenggak semua obat tidur sampai melukai diri sendiri. Lelah berkepanjangan dan harus sendirian dalam pergumulan. Saya juga harus menghindari untuk tidak menghubungi anak2 karena amarah saya yg sangat tak terkendali. Dalam : bbrp kontemplasi saya sangat membenci diri saya untuk hal ini, karena saya secara sadar atau tidak sadar melukai anak2 saya dan merasakan apa yg bertahun2 saya rasakan. Konseling demi konseling, konflik demi konflik, saya lelah. Saya sangat kehilangan arah… yang selalu saya pertanyakan adalah mengapa semua orang yg saya investasikan kepercayaan dan harapan, mampu membuat saya berada di titik kehancuran. Menghancurkan kepercayaan diri dan semua harapan yg pernah dipupuk… memaksakan kehendaknya dan tidak mengakomodasi kemarahan dan kekecewaan saya. Mereka semua tertawa ditengah kepurukan saya dan tidak berusaha menarik, mendekat, memeluk dan menggenggam saya. 

Saya tahu Allah selalu adil bahwa banyak orang yg memotivasi saya berdiri hadir namun itu tak mampu mendongakkan kepala dan kepercayaan diri saya. Anak2, suami yg adalah nafas saya selama ini seolah berhenti dan mendoktrin seolah ini adalah kesalahan saya tanpa merangkul, memberikan ruang untuk semua kesedihan, ketidakpercayaan diri dan kemarahan saya…. Hanya berfikir menyelamatkan diri dan berlari jauh dari saya. Fokus pada cita2 mereka sendiri ketika saya memimpikan semua komitmen yg dibuat dan dijanjikan terwujud kembali. Komitmen yg saat itu adalah penguat perjuangan saya sendirian dalam pengorbanan. Mereka tidak membiarkan saya hidup dengan harapan2 yg selama ini saya pupuk tapi hanya menaksakan semua kehendak2 mereka pada saya. Rasanya sangat tdk adil. 

Saya dipaksa untuk memilih jalan diri saya sendiri mencari kebahagiaan, brrjalan menjauh dan menatap masa depan saya ketika mereka berusaha melepaskan dan melupakan saya dlm alur hidup…. Mereka lupa bagaimana membuat saya bahagia dan membantu mengembalikan kepercayaan diri saya. 

Saya gagal sebagai seutuhnya seorang wanita. 

Saya adalah saya… yg harus belajar mengutamakan kebahagiaan sendiri sebelum kebahagiaan orang lain



Feni





Minggu, 15 Januari 2023

New love New hurt

 Southampton, 15 January 2023


When people always encouraged me that divorce is not an end of world, making me so sure,  my life is actually falling apart. My distrust mastered my self and growing fast. 

Ga salah saya kan, pada akhirnya hati saya jadi NUMB begitu saja. Saya sudah tidak tahu lagi arti sebuah tangisan atau tawa. Saya sudah tidak tahu lagi cinta yg saya rasa selama ini, itu adalah apa... 

saya tidak lagi bisa mengenal diri saya sendiri, sampai datang lelaki itu. Saya jatuh cinta lagi dengan darah yang masih belum terbasuh akibat penderitaan drama selama ini yang saya rasakan. 

Tahun pertama saya mengira itu adalah rebound... tapi ketika saya dalam tahap konseling, saya tahu lelaki ini sudah dapat tempat dan mengambil alih untuk sedikit mengobati luka hati. Entahlah... dia berbeda... sangat berbeda... walaupun secara logika saya selalu mengingatkan diri saya bahwa mungkin yang saya lihat akan berbeda dengan yang saya rasakan. Rasa tertipu akan tiba-tiba datang atau bahwa laki-laki ini adalah bajingan lainnya!... tapi tidak... setelah hampir 2 tahun... saya masih jatuh hati. saya masih berkomunikasi walaupun ada bara terkadang dalam komunikasi. 

yaaaa.. saya tahu, tidak mudah bagi saya untuk memutuskan semua nya... ke depan. Mungkin itu keraguan terbesarnya. saya sangat sepakat. sepakat bahwa Mencintai tidak harus memiliki. dia sudah dapat tempat di hati, dan saya tahu itu akan jauh lebih sulit. Dia yang selalu me-encourage saya bahwa saya ibu yang hebat, saya punya hati yang besar dsb... bukan... bukan pujian untuk bisa medapatkan saya... tapi itu terucap setelah berbulan-bulan bahkan hitungan kami saling mengenal. 

Dia berhasil meyakinkan saya bahwa cinta itu bisa terganti, cinta itu tulus tidak dengan harapan apa-apa. kami sepakat, kami takut untuk menua sendiri... kami sepakat bahwa kami akan melibatkan Allah untuk menakdirkan kami suatu hari entah dalam keadaan apa dan dimana. 

For Him, MEl-M

Senin, 16 Agustus 2021

Roller coaster PhD and Life Journey

Sudah hampir 2 tahun ga posting apapun di blog sendiri. Ini dokumentasi kehidupan saya.. tulisan kehidupan yang saya jalani dan alami.
Semakin tua yang pasti. Umur di tahun ini adalah 37. Begitu banyak cerita setelah tiga tahun berada di negeri orang dengan emosi yang up and down, mengelola iman, rasa dan emosi yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata...

Tidak Ikhlas... Ini adalah masalah saya. Saya kurang ikhlas melepas anak-anak tanpa asuhan saya, melewatkan momen tiap harinya, melihat rekahan senyum mereka saat saya apresiasi, melihat tangisan mereka saat saya marahi pastinya karena ada salah. Saya sadar betul, saya adalah Ibu, Ibu yang tidak bisa jauh dari anak. Tanpa mereka secara langsung di depan mata, membuat emosi saya tidak stabil. Begitu juga pikiran-pikiran saya.

What a pity of me.

Ya Allah...kalau boleh menimbang dan memutuskan. Ini adalah ujian hidup saya yang paling berat :( . Saya tahu semua orang akan berkata: `'bersyukur!" ... betul. saya tidak akan me-encounter itu. saya masih terus belajar untuk tetap menjadi dewasa. saya memang tidak terlihat seperti seorang wanita yang berumur 37 tahun. penampilan, raut wajah dan attitudenya lah membuat kita menjadi begitu original. Tapi percayalah. beban hidup berbanding lurus dengan angka pada umur saya. TUA dan sangat COMPLICATED. 


Saya mengalami pukulan paling besar dalam hidup dan harus melepaskan apa yang telah saya dan anak-anak bangun. ketamakan dan nafsu seseorang menghancurkan segalanya dengan memanfaatkan segala kelemahan saya sebagai wanita, istri dan ibu. tidak ada lagi status sebagai ISTRI. saya adalah IBU mandiri atau dipaksa menjadi mandiri. saya dipaksa menjadi seorang IBU mandiri dan dipaksa melawan ketakutan saya sendiri sejak lama. be a divorcee...

Apakah saya menginginkan itu semua? tidak... saya sangat tidak menginginkan itu semua karenanya saya mmpertahankan 15 tahun pernikahan walaupun 9 tahun terakhir kepercayaan dan ketakutan saya dimanfaatkan oleh ayah anak-anak saya pada saya, ibu dari anak-anaknya. Hingga Talak 1 itu terucap darinya demi menutupi identitas si wanita bersuami berkedok cadar. what a shame. 

Mungkin bukan perselingkuhannya yang membuat saya marah atau kecewa. tapi, rendahnya saya diperlakukan atau dibandingkan dengan perempuan yang tidak mengenal arti pengorbanan seorang istri dan pengabdian seorang istri pada suaminya. Bagi saya, itu adalah pelecehan sesungguhnya secara seksual. Saya yang berada dibelakangnya menyokong dan mendukung apapun yang ingin ia dapatkan dan raih, termasuk cita-cita dalam karirnya menjadi seorang Dokter Spesialis Orthopaedi. Ketika titel menjadi tujuan hidupnya, maka saya tidak sedikitpun muncul dalam benak menujukan PhD dalam sematan bersama nama saya. saya lebih bangga bisa mengantarkan anak-anak saya ke sekolah, menjadi guru biasa yang mungkin hanya dibayar 1 atau 2 juta sebagai aktualisasi diri saja. 

Tapi, terkadang hidup penuh dengan sejuta kejutan bukan? begitupun infidelity PTSD sebagai diagnosa yang saya sandang walaupun mati-matian saya denial, namun tubuh dan fikiran saya tidak bisa menafikkan ketika short of breath, shaking dan panic attack coming into me. 

sudah lah... saya intinya ingin bercerita bahwa PhD life saya sangat teramat roller coaster. 

tidak hanya ilmu di bidang saya tapi juga ilmu kehidupan, perih, pahit dan getir harus saya lalui. kalau mantan mertua saya... saya lebay... baiklah. terima kasih atas supportnya bahwa saya lebay menutupi aib 9 tahun lamanya demi mengedepankan keagungan anak kesayangnnya yang dia masih tidak percayai selama ini dan tetap seolah menyalahkan saya... karena saya memanjakannya, saya terlalu begini dan begitu. ahhh sudahlah... saya lelah dengan semua judgment orang-orang layak TUHAN. dengan hinaan nya tertuju ke saya. saya menangis dan teriak ternyata masih belum usai di hati saya... saya berdoa, bersimpuh dan bersujud juga masih ada disana... kekecewaan dan kemarahan... apalagi melihat anak-anak saya tumbuh kembang menjadi perlahan anak-anak yang membuat saya malu berkaca ... saya hanya mengira-ngira... tidakkah dia malu sebagai AYAH. bahwa dia sudah menodai nilai-nilai yang saya tanmkan dan dia sepakati sebagai kepala rumah tangga... saya hanya membayangkan... apa yang akan dikatakannya pada calon menantu anak perempuannya suatu hari nanti... lalu, akankah ia marah pada menantu laki-lakinya ketika anak perempuan nya diperlakukan sebagaimana dia memperlakukan ibu anak-anaknya... 

saya hanya makhluk sangat tidak sempurna, penuh kebodohan dan maafkan saya... atas semua yang saya lakukan dan ucapkan. 



with sincerely love, 

Feni

P.s: wish me luck with my PhD study and decide a correct person to be my next father of my children and my lifetime friend and partner in crime ^_* . Dunya is just a transit, isn't it?