Sabtu, 28 November 2015

experience is the best teacher

kalau dulu, saat duduk di bangku Sekolah Menengah Umum seorang guru pernah mengatakan pada saya, bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. kamu tidak tahu apa yang bisa kamu lakukan kalau kamu tidak pernah mencobanya. betapa bijaknya guru tersebut. saat itu, saya ditunjuk sebagai perwakilan sekolah untuk mengikuti 2 speech contest dari PPKIJ(Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia-Jepang) dan speech contest yang diadakan oleh salah satu stasiun radio di kota saya tinggal saat itu.

Bisa dibilang saya sangat rendah diri. Mama yang selalu mendorong saya untuk tampil tidak mampu membuat saya "berani" tampil, karena saya melihat karakter papa yang hebat dimata saya tapi tidak ingin tampil padahal beliau bisa berada diatas orang lain kedudukannya saat itu. Beliau hanya ingin menjadi pembisik dan membuat orang lain yang berkibar di atas sana. Setelah besar dan membaca beberapa buku agama, saya tahu kenapa papa seperti itu, karena tidaklah mudah saat engkau berada diatas sana, saat engkau tampil. orang mungkin tidak melihat apa yang kau bawakan dengan segera but, "Who are you?". BackGround.
Apalah papa saya yang bukan berasal dari keluarga "amazing" seperti kebanyakan temannya. paling tinggi jenjang pendidikan orang tua papa adalah SR, dan kakek yang hanya seorang tukang cukur.. Tapi, beliau tidak menyadari bahwa beliau dianugerahi kemampuan yang luar biasa di bidang eksak oleh Allah. Tante saya bercerita bagaimana papa hanya bangga menjadi seseorang dibelakang layar. Saat papa meninggal banyak orang yang melayat, dan mereka adalah "seseorang" . mereka bercerita papa adalah saah satu orang yang membuat mereka "bisa" seperti ini. Hobi papa adalah mengajarkan teman-temannya yang tidak bisa tentang materi pelajaran saat beliau sekolah dulu. Tante saya kembali bercerita bahwa saat itu, nenek pernah dipanggil ke sekolahnya (STM) saat itu. dengan ketakutan nenek datang ke sekolah dan menemui guru yang mengajar papa, persangkaannya papa melakukan suatu kenakalan sampai orang tuanya dipanggil. tapi, ternyata bukan. nenek dipanggil karena papa mendapatkan beasiswa dan hanya papa yang dapat. gurunya bercerita, bagaimana papa dikelas, kepandaiannya, maupun inisiatifnya untuk membantu teman-untuk mengajarkan teman-temannya. Papa you are amazing.. saya menangis sesegukan karena cerita Tante. Saya baru mengetahuinya saat beliau tiada, dan sesal yang hanya ada dalam diri saya.. karena saat beliau "pergi" saya tidak mendampinginya, bahkan kami semua anak-anaknya tidak berada disampingnya saat itu.
Semoga Allah menjaga papa, menerima semua amal ibadah papa, dan ditempatkan di tempat terbaik, papa... I miss your advice, your support .... (Hiiiikkkssss).
Tak hanya Mama, walaupun papa tidak suka tampil, Papa juga adalah orang yang selalu mendukung saya. dia bilang.. tutup mata atau kuping jika seseorang mengatakan atau melihat kamu "Who are you" itu tak terelakkan. manusia pasti akan melakukan hal itu untuk membuat jatuh seseorang yang bisa lebih bagus dari dirinya, hanya berusahalah semaksimal kemampuanmu untuk hasil terbaik. Jatuh itu biasa.. tapi bangkit dengan usaha sendiri setelah jatuh itu luar biasa. papa mengatakan ini: saat saya bercerita saya menang speech contest... kamu hebat !! (thank you, papa !!! betapa berharganya kata-kata papa saat itu bagi saya, karena  papa sangat pelit pujian!)  karena papa tahu, saya hanya pernah 2 kali mengikuti kursus b. inggris, saat kelas 2 sd dan hanya satu semester saat kelas 1 SMU. selebihnya.. saya membaca dan belajar sendiri.

Kembali pada cerita awal, saya yang menolak tawaran guru saat itu lalu dibujuk membuat saya berfikir, bahwa apa yang dikatakan guru saya adalah suatu kebenaran mutlak !! you never know about you, if you never try !!!! maka saya terima tantangannya saat itu. dan saya memenangkan juara 2 di kedua kontes tersebut. I was very Glad for that.. papa adalah orang pertama yang saya kabari. setelah itu, saya mulai "memberanikan" diri, saya mengikuti lomba debat dan juara 1, dan seterusnya sampai saya sadar.. saya bisa !!!
yang saya benci, adalah direndahkan, sekaligus menjadi booster. di awal pasti marah, namun dibalik itu, saya sangat pemikir. saya renungi semua, saya evaluasi. bagi saya itu adalah tantangan,  jangan tanya bagaimana saya bisa melihat sebuah rintangan sebagai pemacu... itu proses indah yang sangat saya sukai.. saya jatuh, jatuh, jatuh, menyalahkan diri, then saya terbang dengan strategi yang tiba-tiba muncul di benak saya.
sampai saat ini, saya masih belum puas. waktu sempit saya dengan kesibukannya, tapi saya tidak pernah main-main. saya sangat bersungguh-sungguh. dan itu yang merapuhkan fisik. saya hampir lupa diri sendiri, saya bahkan terlalu mementingkan kepentingan orang. sampai suatu saat ketika raker, senior saya mengatakan " just be observer, first, Feni !! Your turn will coming soon !!", dan beberapa kalimat pedasnya. Terima Kasih mba, setidaknya saya sudah memiliki gambaran akan bagaimana saya. pengalaman saya dan cerita pengalaman anda adalah guru paling baik, dan saya akan ambil pelajaran dari itu semua. saya akan "berani" untuk ambil sikap, keputusan, dan peran.
kuncinya adalah "believe" ...
percaya bahwa saya bisa, dan pasti bisa... saya punya banyak pengalaman, yang belum tentu semua orang mengalami apa yang saya alami. maka, Experience is the best teacher, this proverb is work to me !!

Ganbatte kudasai !!!  Fighting !!!

Cheer Yaaaa Ummu Harits ^_^

Jumat, 28 Agustus 2015

my blessfull life

selamat pagi.. ini bener-bener waktu nulis yang pas banget.. ditemani suara malam .. (sebenernya dini hari .. hehehee)

banyak hal yang terjadi selama menjalani masa adaptasi.. ga terasa banget udah 6 bulan disini.. tempat yang baru ini.
semua PR yang harus dikerjakan sudah selesai semua, sudah sampai ke titik jawaban tinggal main tain dan istiqamah. I can deal for all prob ...

SAYA DIKELILINGI ORANG_ORANG YANG LUAR BIASA
ini terasa banget. bukan sekedar pepesan kosong kok apa yang sudah rasul ajarkan. semuanya bener.. bener banget. makanya kalo ada yang baca selain bukunya Allah (read: the Holy Quran) untuk tuntunan hidup, wah.. kasihan kamu, neng... menyia-nyiakan sekali hidup..
saya percaya qada dan qadar, karena itu adalah sesuatu yang mutlak harus saya imani. saya muslim. saya tidak ingin membenarkan seorang teman yang sok tahu disana yang mengatakan bla.. bla... dari buku ini. kasihan saya mendengarnya.. karena jauh sebelum si penulis buku bule yang engkau baca lahir ke dunia, neng.. Allah sudah menuliskan dalam bukunya yang suci. makanya sudah ada aturannya sebagai muslim kita mengimaninya.. kalau si penulis buku itu menuliskan hal demikian tentang apa yang dipahami si kawan. toh, itu sudah dijelaskan banyak hal dalam hadits .. kasihan kamu neng..  (wait a minute .. ini ngomongin apa ya? hahahaha LOL)... baiklah.. fokus.. (Seriously ;p)
jadi, ceritanya saya memang sangat merasa Allah memberkahi hidup saya, masya Allah.. saya dikelilingi orang-orang yang "luar biasa". definitely, ini kata lain dari hebat. pengalaman yang masih seumur jagung tentang bidang pekerjaan saya ini membuat saya masih harus banyak belajar. makanya, saya sangat senang terlibat pembicaraan dari orang yang jauh lebih baik dari saya (ilmunya lah...) kebanyakan dunia.. saya belajar bagaimana kebiasaan mereka, apa yang mereka lakukan sehingga bisa jadi orang luar biasa.  tapi, mostly yang saya lihat.. kunci nya "TEKUN" .
kalau kamu tekun, dalam bidang apa pun kamu bisa. ternyata itu sangat cocok dengan apa yang telah saya yakini. tinggal bagaimana sekarang mau melawan diri sendiri.. --> read: malas<-- iya banget ini.. dari dulu sejak saya duduk di bangku kelas 2 SD dan dapat rangking 24 -_- (nah, ini nih yang buat Harits girang banget dan ga abis-abis nge bully emaknya *feelsad* ) saya berkaca dan melihat situasi sekeliling.. saya melihat bagaimana mereka yang berada diatas saya, kok bisa ya mereka rangking 1, 2,3,4,5,6,7,8,9... dst, dan untuk anak kelas 2 SD saya cukup menakjubkan menganalisa orang.. sampai sebuah idiom saya ciptakan untuk diri sendiri. eh, si papa sih yang munculin kata-kata ini:
                                              "KALAU ORANG LAIN BISA SAYA PASTI BISA"
ini adalah beberapa kata berharga yang merubah hidup saya dan seterusnya.. saya mengesankan banyak orang ketika saat kelas 3 saya langsung menduduki peringkat 5.. begitu juga saat SMP.. saat saya pernah malas dan prestasi anjlok, kemudian akhirnya saya kembali berbintang, semua orang dan bahkan saya sendiri tidak pernah menyangka semua yang terjadi.
saya yakin Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. no offense. tidak ada kebodohan yang ada hanya kemalasan. justru perang yang paling besar ada di diri sendiri.. saya tahu bahwa kalau saya malas saya pasti bodoh.. semua orang  juga begitu. kalau malasnya kronis buahnya pasti bodoh. makanya saya ini selalu mewanti-wanti Harits, Sarah, Hammam, dan bahkan Shafiyyah (bagai bicara dengan tembok.. entah ngerti entah tidak hahaha :D ) untuk menjauhi satu sifat itu. Lawan rasa malas itu and see what happen to you .. you will turning to an awesome of you that you've never imagine before. kamu ga akan percaya.. wow saya bisa melakukan ini yah ... hebat ..
tapi, sayangnya untuk isi ulang keimanan saya masih punya PR !!! saya masih mencari jadwal kajian yang rutin, teman-teman yang shalih.. ups shalihah maksudnya.. dan, saya masih sangat bersemangat untuk itu.. kalau jauh juga saya jabanin .. hihihi (paling jauh 2km dr rumah, hihhihi)

anak-anak juga masuk kategori luar biasa. betapa takjubnya saya dengan Harits.. he is turning to a wise little man. mungkin apa yang suami dan saya ajarkan tampaknya berefek pada Harits dan anak-anak. bekal petuah sebelum merantau dipahami betul oleh mereka.  Harits officially hafal 1 juz (dan PR emaknya giat murajaah dan ingetin anaknya menghafal ! NOTED !!), tanpa saya bangunkan dia pergi ke masjid untuk shalat subuh disana.. dia banyak membaca buku dan dia sangat mengesankan saya karena cerita-ceritanya bersama teman-temannya di sekolah. Harits tidak mengeluh saat saya memutuskan belum memberikan kepercayaan untuk memberinya uang jajan. dia justru menolak saat suatu hari saya memberinya uang jajan karena lupa membelikan beberapa makanan kecil untuk dibawa ke sekolah. Alhamdulillah.. walaupun rumah tidak dibekali TV tapi kegiatan anak-anak selalu ada.. mereka menjadi lebih kreatif, bekerja sama, bermain, ngobrol satu sama lain sehingga bounding antara adik-beradik jadi lebih kuat. contohnya saja: adik-adik saya tidak pernah memanggil saya dengan sebutan 'kakak' karena orangtua sibuk dengan pekerjaannya sendiri, kurang mensosialisasikan kebiasaan-kebiasaan yang membuat bounding antara saya dan adik-adik lbh kuat.. atau hal-hal lain yang saya rasakan saya tidak mengalaminya saat kecil, tapi anak-anak saya masya Allah. Qurrata 'ayyun untuk saya.. walaupun saya capek luar biasa sebagai single fighter.. tapi anak-anak memberi saya kekuatan ... semoga terus berlangsung selamanya, nak.. shalih-shalihah.. sukses dunia-akhirat.. mommy never forget to pray <3..

jadi, sudah benar kan .. saya diberkahi ALLAH.. my very blessfull life, masya Allah

 Alhamdulillah...

Minggu, 19 April 2015

Allah the director of my life...

Selamat pagi...

sebelum kerja dan sebelum lupa maka harus ditulis lah ini bahan tulisan ...
at last weekend ... suddenly, it just come and fullloaded my mind.. something that i thought were present to raise my spirit, way to understand the plan that God has planned to me... :) ...

selama sebulan ini memulai pekerjaan tambahan baru ini, saya sangat bersemangat. Isi kepala yang hampir penuh dan semangat untuk beraktivitas dan berkarya akhirnya tertumpah ruah ..( halah.. bahasanyaaa :D )

tapi, seketika ketika semangat itu belum memudar saya membawanya kerumah, akhirnya sebulan mengevaluasi saya baru tersadar, saya kurang memperhatikan mereka (read: my lovely children) karena saya terlalu sibuk berkutat dengan apa yang sedang saya kerjakan dikantor. saya terlalu tamak karena hanya memperhatikan keinginan diri sendiri. betapa naifnya saya yang setua ini hanya memikirkan diri sendiri, padahal hidup mereka akan lebih lama dari saya, dan sebagai ibunya adalah kewajiban saya mengawalnya untuk mengadapi hidup dengan baik. belajar dari pengalaman .. saya akhirnya merenung dan menangis.
saya sangat bersyukur karena Allah masih memberikan saya "sense" untuk menyadari ini semuaaaa...
sesaat saya berfikir, dan terlintas kenapa Allah menunjuk saya untuk melakukan ini semua.. lantas beberapa saat kemudian  alhamdulillah masih terucap Ishtighfar setelahnyaaaa..

sekilas mereview.. ketika saya selesai kuliah s2, tidak sedikit saya mendengar cibiran orang.
saya mendengar mereka mencibur:  "suami yang menyekolahkan saya tinggi2 tapi percuma saja tidak bekerja kesannya saya hanya menghamburkan uang suami .. sia-sia.."
baik saya tampung..
lain lagi saya mendengar .. "ketidakmampuan saya mungkin yang membuat saya belum mendapat kerjaan.."
lagi-lagi saya menyimak..
lain lagi saya mendengar .. "saya hanya pemalas yang sudah keenakan menikmati uang suami yang seorang dokter.."
hahaha... baiklah .. itu semua saya tampung , saya simak, dan saya klarifikasi :P

bagi orang yang belum mengenal saya, bisa saja mereka mengatakan hal tersebut karena mereka menyamakan diri saya dengan mereka sendiri, dengan kata lain, mereka mengatakan hal tersebut karena itulah yang mereka alami. but, sorry to say.. it just a pie in the sky ...

 to noted:  saya tidak menggunakan pembantu selepas saya kuliah, saya mengurus anak-anak dengan tangan sendiri, saya kawal hapalan mereka, saya memasak dan mengurus anak-anak serta suami dengan tangan sendiri.. saya mengeluh tentu saja, ketika saya lelah dan harus mendengar cibiran-cibiran itu..
saya juga salah satu peraih beasiswa saat terakhir kuliah, saya juga punya ipk alamdulillah.. kalau saja aturan universitas saya seperti "universitas" kota kecil yang saya tempati, saya pastilah sudah "cum laude" .. tapi pertanyaannya apa gunanya untuk saya? perkataan orang? simpati orang? apa itu akan menambah pahala saya sebagai tabungan akhirat kelak? ga kan .. jadi untuk orang-orang yang pastilah jauh lebih buruk dari saya dan orang-orang yang mungkin iri dengan kehidupan yang saya jalani ini... you must be cry over spilled milk that's the exact reason to described that you're envy to me *sarkasm* :p ....

sejak saya memutuskan bekerja, suami berada di belakang saya. saya tidak akan pernah berani mengambil keputusan tanpanya. karena saat ini saya adalah miliknya, saya istri sahnya yang kewajiban saya memuliakannya, menaatinya. no offense. saya daftar dan tes sampai ke tahap akhir tanpa bualan. saya adalah saya . karena pekerjaan ini adalah impian saya, tepatnya my big dream. saya rasa ini juga salah satu cara saya mengenalkan anak-anak kegigihan, belajar, tidak hanya sebagai penghias bibir dalam nasihat. saya ingin turun langsung, saya ingin anak-anak saya hanya mengidolakan Rasulnya dan orang tuanya. bukan orang lain yang masih meraba-raba seperti apa aslinya mereka ... Just it. Simple way to think.

saya juga melibatkan Allah dalam urusan ini. saya meminta pada Allah yang terbaik, karena hanya Allah yang tahu kemampuan saya, bukan mereka yang mencibir atau pun yang memuji saya dengan hunusan pedang. saya bertanya pada diri sendiri sebelum saya mengambil keputusan. mendaftar ulang atau tidak, bertanya pada suami.. dan tentu saja pada Allah. ingatkan saya bahwa saya meminta yang "TERBAIK" bukan minta "LULUS". dan akhirnya disinilah saya. menjalani 3 pekerjaan sekaligus, sebagai istri, ibu, dan peneliti sebagai realisasi impian saya. awalnya saya menyunggingkan senyum pada orang-orang yang mencibir ketika bertemu langsung. tapi, lantas saya mengacuhkan mereka. mereka tidak penting untuk saya.
saya sekarang hanya berusaha untuk husnudzon pada ketetapan Nya. walaupun sangat sulit untuk dijalani tapi saya yakin Allah punya rencana terbaik untuk saya :)

saat ini saya sedang sangat bersemangat melakukan 3 pekerjaan mulia ini. on fire banget deh...
bismillah.. semoga ini seterusnyaa...

Ana Uhibbukum Fillah.. keluarga kecilku :*


 

Senin, 30 Maret 2015

My life, now and later...

semangat pagi....
pagi-pagi buta udah ngeblog, niup dulu blognya yang dah berdebu :D (huuuufffhh.. *dusty)
biarkanlaaaahhhh...ya biarkanlaah saja untuk orang-orang yang telah berlaku jahat, meremehkan saya.. i don't care at all :)
ok..
sekarang saya akan menceritakan kehidupan yang saya jalani sekarang dan Insha Allah nanti ...
betapa senangnya saya, karena cita-cita saya dan kemudahan-kemudahan banyak Allah berikan, saya harus belajar lagi lebih sabar, wise, dan berfikir lebih prioritas. topik ibu bekerja adalah topik abadi, dan saya pun sekarang berada di satu dari sekian ibu bekerja. bedanya saya peneliti yang punya banyak waktu fleksibel dalam arti untuk melakukan penelitiannya bukan untuk keluarganya.. atau saya kah yang meletakkan semua prioritas terbalik??? it seems right..
anak-anak telah berhasil membuat saya menangis, bombay banget lagii... begini ceritanya (hehehehe):

1. suatu hari saya pulang bekerja, pagar masih tertutup dan anak sudah ada di pekarangan sama bibi yang memegang shafiyyah, lalu sarah mendorong pagar, belum juga sempat menyandarkan motor, hammam langsung berkicau- :p - : "umi, hammam senang banget kalo umi sudah pulang" . his simple word had succeed make me rethink , should i work?
2. suatu hari saya memurajaah hafalan anak-anak, tepatnya sih harits dan sarah. hafalan harits alhamdulillah lumayan hanya masih tersendat, padahal kalo dia lanjutkan hafalan dari bbrp bulan sebelum saya sok sibuk mungkin satu juz sudah dapat (OK ! it's my mistake :( ). tapi, begitu sarah mulai menghafal, bahkan al lahab sudah tersendat.. ketika saya menuntunnya menghafal kembali dan berulang seperti dahulu dan biasanya, dia akan menangis .. sama seperti abangnya bila saja saya ini tidak sok sibuk satu juz pasti sudah dapat. keluhan saya di lingkungan baru ini adalah saya belum menemukan tempat mengaji yang pas untuk sarah dan harits. ada pun dekat rumah tapi itu sore hari. sarah belum bisa pergi sendiri, dan harits belum pulang sekolah. PR... (NOTED !)
3. suatu hari saat malam anak-anak minta dibacakan buku cerita sebelum tidur. saat itu saya benar2 kelelahan,.. hampir-hampir lupa Isya :( . lalu, setengah sadar saya bilang: "umi ngantuk nak, ga bisa bacain .. besok yaa.." . semua kejadian barulah sadar paginya, dan betapa bersalahnya saya saat bangun :( ....

itu lah kenyataannya... katakanlah ini masih masa adaptasi saya, dengan lingkungan baru, baik kerjaan, keadaan rumah, anak-anak.. terfikirlah apakah saya begitu egois? ga sadar diri bahwa saya punya empat enak, harusnya itu lebih penting ketimbang cita-cita saya, kehidupan saya..
saya tidak akan pernah meminta jawaban dari seorang mana pun, Allah lebih tahu tentang saya, jawaban-jawaban yang benar.. mungkin ini adalah cara Nya saya lagi-lagi belajar tentang hidup.

one day, you can read this my dearest children... pahamilah..
Anak-anak umi tersayang, percaya lah umi memberikan semua yang terbaik dari umi.. selama umi punya tujuan mulia -semoga teruuusss ..-- suatu saat semoga anak-anak umi masih bisa mengerti umi.. yang jelas tidak akan lagi umi menolak membacakan cerita, umi akan terus membantu anak-anak umi menghafal quran, belajar agama (itu adalah kunci penting hidup, nak..), pelukan, semua keluh kesah... ceritakanlah saja sama umi.. umi ingin jadi teman cerita pertama, walau mungkin tidak memberikan solusi, dan yang paling penting Umi hanya ingin UMI dan ABI lah yang bisa memberikan contoh baik untuk semangat, belajar, akhlak, dll ...
kritik harits, sarah, hammam dan shafiyyah selalu umi rindukan ..

*melow banget blognya :(