semangat pagi....
pagi-pagi buta udah ngeblog, niup dulu blognya yang dah berdebu :D (huuuufffhh.. *dusty)
biarkanlaaaahhhh...ya biarkanlaah saja untuk orang-orang yang telah berlaku jahat, meremehkan saya.. i don't care at all :)
ok..
sekarang saya akan menceritakan kehidupan yang saya jalani sekarang dan Insha Allah nanti ...
betapa senangnya saya, karena cita-cita saya dan kemudahan-kemudahan banyak Allah berikan, saya harus belajar lagi lebih sabar, wise, dan berfikir lebih prioritas. topik ibu bekerja adalah topik abadi, dan saya pun sekarang berada di satu dari sekian ibu bekerja. bedanya saya peneliti yang punya banyak waktu fleksibel dalam arti untuk melakukan penelitiannya bukan untuk keluarganya.. atau saya kah yang meletakkan semua prioritas terbalik??? it seems right..
anak-anak telah berhasil membuat saya menangis, bombay banget lagii... begini ceritanya (hehehehe):
1. suatu hari saya pulang bekerja, pagar masih tertutup dan anak sudah ada di pekarangan sama bibi yang memegang shafiyyah, lalu sarah mendorong pagar, belum juga sempat menyandarkan motor, hammam langsung berkicau- :p - : "umi, hammam senang banget kalo umi sudah pulang" . his simple word had succeed make me rethink , should i work?
2. suatu hari saya memurajaah hafalan anak-anak, tepatnya sih harits dan sarah. hafalan harits alhamdulillah lumayan hanya masih tersendat, padahal kalo dia lanjutkan hafalan dari bbrp bulan sebelum saya sok sibuk mungkin satu juz sudah dapat (OK ! it's my mistake :( ). tapi, begitu sarah mulai menghafal, bahkan al lahab sudah tersendat.. ketika saya menuntunnya menghafal kembali dan berulang seperti dahulu dan biasanya, dia akan menangis .. sama seperti abangnya bila saja saya ini tidak sok sibuk satu juz pasti sudah dapat. keluhan saya di lingkungan baru ini adalah saya belum menemukan tempat mengaji yang pas untuk sarah dan harits. ada pun dekat rumah tapi itu sore hari. sarah belum bisa pergi sendiri, dan harits belum pulang sekolah. PR... (NOTED !)
3. suatu hari saat malam anak-anak minta dibacakan buku cerita sebelum tidur. saat itu saya benar2 kelelahan,.. hampir-hampir lupa Isya :( . lalu, setengah sadar saya bilang: "umi ngantuk nak, ga bisa bacain .. besok yaa.." . semua kejadian barulah sadar paginya, dan betapa bersalahnya saya saat bangun :( ....
itu lah kenyataannya... katakanlah ini masih masa adaptasi saya, dengan lingkungan baru, baik kerjaan, keadaan rumah, anak-anak.. terfikirlah apakah saya begitu egois? ga sadar diri bahwa saya punya empat enak, harusnya itu lebih penting ketimbang cita-cita saya, kehidupan saya..
saya tidak akan pernah meminta jawaban dari seorang mana pun, Allah lebih tahu tentang saya, jawaban-jawaban yang benar.. mungkin ini adalah cara Nya saya lagi-lagi belajar tentang hidup.
one day, you can read this my dearest children... pahamilah..
Anak-anak umi tersayang, percaya lah umi memberikan semua yang terbaik dari umi.. selama umi punya tujuan mulia -semoga teruuusss ..-- suatu saat semoga anak-anak umi masih bisa mengerti umi.. yang jelas tidak akan lagi umi menolak membacakan cerita, umi akan terus membantu anak-anak umi menghafal quran, belajar agama (itu adalah kunci penting hidup, nak..), pelukan, semua keluh kesah... ceritakanlah saja sama umi.. umi ingin jadi teman cerita pertama, walau mungkin tidak memberikan solusi, dan yang paling penting Umi hanya ingin UMI dan ABI lah yang bisa memberikan contoh baik untuk semangat, belajar, akhlak, dll ...
kritik harits, sarah, hammam dan shafiyyah selalu umi rindukan ..
*melow banget blognya :(