Southampton, 15 January 2023
When people always encouraged me that divorce is not an end of world, making me so sure, my life is actually falling apart. My distrust mastered my self and growing fast.
Ga salah saya kan, pada akhirnya hati saya jadi NUMB begitu saja. Saya sudah tidak tahu lagi arti sebuah tangisan atau tawa. Saya sudah tidak tahu lagi cinta yg saya rasa selama ini, itu adalah apa...
saya tidak lagi bisa mengenal diri saya sendiri, sampai datang lelaki itu. Saya jatuh cinta lagi dengan darah yang masih belum terbasuh akibat penderitaan drama selama ini yang saya rasakan.
Tahun pertama saya mengira itu adalah rebound... tapi ketika saya dalam tahap konseling, saya tahu lelaki ini sudah dapat tempat dan mengambil alih untuk sedikit mengobati luka hati. Entahlah... dia berbeda... sangat berbeda... walaupun secara logika saya selalu mengingatkan diri saya bahwa mungkin yang saya lihat akan berbeda dengan yang saya rasakan. Rasa tertipu akan tiba-tiba datang atau bahwa laki-laki ini adalah bajingan lainnya!... tapi tidak... setelah hampir 2 tahun... saya masih jatuh hati. saya masih berkomunikasi walaupun ada bara terkadang dalam komunikasi.
yaaaa.. saya tahu, tidak mudah bagi saya untuk memutuskan semua nya... ke depan. Mungkin itu keraguan terbesarnya. saya sangat sepakat. sepakat bahwa Mencintai tidak harus memiliki. dia sudah dapat tempat di hati, dan saya tahu itu akan jauh lebih sulit. Dia yang selalu me-encourage saya bahwa saya ibu yang hebat, saya punya hati yang besar dsb... bukan... bukan pujian untuk bisa medapatkan saya... tapi itu terucap setelah berbulan-bulan bahkan hitungan kami saling mengenal.
Dia berhasil meyakinkan saya bahwa cinta itu bisa terganti, cinta itu tulus tidak dengan harapan apa-apa. kami sepakat, kami takut untuk menua sendiri... kami sepakat bahwa kami akan melibatkan Allah untuk menakdirkan kami suatu hari entah dalam keadaan apa dan dimana.
For Him, MEl-M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar